Balikpapan jurnalpolisi.id
Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Timur terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat terkait pelestarian lingkungan pesisir dan keselamatan aktivitas di wilayah perairan. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Talkshow “Ngobrol Pintar” (NGOPI) yang digelar Bidhumas Polda Kaltim di Studio Balikpapan TV (BTV), Kamis (21/5/2026).
Talkshow yang berlangsung di Jalan Soekarno Hatta Km 3,5 Balikpapan itu mengangkat tema “Peran Binmas Air dan Edukasi Ekosistem Mangrove Ditpolairud Polda Kaltim.”
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut Ps. Panit 2 Sibinmasair dan Potdirga Subditpolairud Ditpolairud Polda Kaltim Aipda Taufik Ismail serta Bhabinmas Air Ditpolairud Polda Kaltim Bripka Purwanto. Acara dipandu host Balikpapan TV, Wiji Winarko.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa Ditpolairud Polda Kaltim bersama masyarakat pesisir terus aktif melakukan penanaman mangrove di sejumlah kawasan pantai di Balikpapan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan ekosistem laut.
Kegiatan tersebut juga melibatkan nelayan lokal dan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Balikpapan yang turut berpartisipasi dalam penanaman bibit mangrove serta edukasi lingkungan kepada masyarakat.
Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol. Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H., melalui Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol. Yuliyanto, S.I.K., M.Sc., mengatakan pelestarian mangrove menjadi tanggung jawab bersama karena memiliki manfaat besar bagi lingkungan pesisir.
“Mangrove memiliki fungsi penting untuk mencegah abrasi, menyerap karbon, serta menjadi habitat berkembang biaknya berbagai biota laut. Karena itu diperlukan sinergi antara Polri, masyarakat, nelayan, dan generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Kombes Pol. Yuliyanto.
Selain membahas pelestarian mangrove, talkshow tersebut juga mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya keselamatan saat beraktivitas di perairan, khususnya bagi para pemancing dan nelayan.
Masyarakat diimbau agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut serta menggunakan perlengkapan keselamatan seperti life jacket dan pelampung guna meminimalkan risiko kecelakaan di perairan.
Dalam dialog tersebut juga disampaikan masih adanya tantangan di lapangan, salah satunya persepsi sebagian masyarakat yang menganggap kawasan mangrove sebagai lahan pribadi sehingga menimbulkan penolakan terhadap upaya pelestarian lingkungan.
Untuk mengatasi hal itu, Ditpolairud Polda Kaltim terus mengedepankan pendekatan persuasif dan dialog humanis guna membangun kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir.
Melalui kegiatan Talkshow NGOPI, Polda Kaltim berharap kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya menjaga lingkungan pesisir dan keselamatan di wilayah perairan semakin meningkat.
“Kita jaga alam, maka alam akan menjaga kita,” menjadi pesan penutup yang disampaikan kepada masyarakat Kalimantan Timur dalam kegiatan tersebut.
( Alfian )