Penajam Paser Utara jurnalpolisi.id
Polres Penajam Paser Utara (PPU), Polda Kalimantan Timur, mengawal pelaksanaan program makan bergizi (MBG) bagi pelajar melalui pengawasan ketat terhadap kualitas dan keamanan pangan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kemala Bhayangkari Polres PPU, Senin (11/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 Wita di Gedung SPPG Polres PPU tersebut dipimpin Kanit Paminal Polres PPU, Jusman Kasmily.
Pengawasan melibatkan unsur Seksi Profesi dan Pengamanan (Si Propam), Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes), serta Seksi Pengawasan (Siwas).
Tim melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap menu makanan yang akan didistribusikan kepada pelajar dari sejumlah sekolah di wilayah Penajam.
Pengujian dilakukan menggunakan metode organoleptik dengan menilai rasa, aroma, warna, tekstur, dan tampilan makanan.
Selain itu, uji keamanan pangan juga dilakukan menggunakan alat khusus untuk mendeteksi kandungan berbahaya seperti formalin, boraks, nitrit, arsenik, dan sianida.
Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara melalui Kasi Dokkes Polres PPU, Joshua Marpaung, menyatakan hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh makanan aman untuk dikonsumsi.
“Hasil pengujian di lapangan menunjukkan makanan program MBG dinyatakan layak konsumsi dan tidak ditemukan kandungan berbahaya,” ujarnya.
Pengawasan juga melibatkan sejumlah personel, di antaranya AIPTU Sumanto selaku Ps. Kasubsibin Siwas serta tim kesehatan lainnya. Dari pihak penyelenggara, Kepala SPPG Yoggi Adjie Nugroho bersama ahli gizi Sharfina Duroothul Hikmah memastikan proses penyediaan makanan telah sesuai standar kesehatan dan gizi.
Sebanyak 1.105 porsi makanan bergizi disiapkan untuk para pelajar, meliputi siswa TK Kemala Bhayangkari, SDN 038 Penajam, SMP 21 Penajam, dan SMAN 8 Penajam. Menu yang disajikan terdiri dari nasi, ayam, tahu, sayur, serta buah jeruk.
Selain memastikan kualitas makanan, petugas juga memantau proses distribusi ke sekolah-sekolah agar makanan diterima dalam kondisi baik dan tetap higienis.
Polres PPU menegaskan komitmennya dalam mendukung pemenuhan gizi anak-anak sekolah sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi muda yang sehat, kuat, dan siap mengikuti proses pembelajaran secara optimal.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.
( Alfian )