Balikpapan jurnalpolisi.id
Aksi unjuk rasa yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Balikpapan di kawasan Tugu Kilang Minyak, Jalan Ahmad Yani, Balikpapan Tengah, Kalimantan Timur, Jumat (8/5/2026), berlangsung tertib dan berakhir damai setelah tercapainya kesepakatan antara massa aksi dan pihak PT Kilang Pertamina Balikpapan.
Sekitar 50 peserta aksi yang dikoordinatori Wisnu Nugroho menyuarakan sejumlah tuntutan terkait persoalan ketenagakerjaan di lingkungan proyek kilang. Massa membawa atribut berupa bendera organisasi, spanduk tuntutan, serta menggunakan pengeras suara dalam menyampaikan aspirasi.
Aksi dimulai sekitar pukul 15.45 Wita saat massa tiba di lokasi dengan pengawalan aparat kepolisian. Selanjutnya, pada pukul 16.04 Wita, massa melakukan orasi secara bergantian di kawasan Bundaran Kilang Minyak Balikpapan.
Dalam aksinya, HMI menyoroti sejumlah isu, antara lain penghapusan praktik outsourcing yang dinilai merugikan pekerja, penegakan regulasi tenaga kerja lokal, audit independen keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta perlindungan terhadap pekerja dari kekerasan dan pelecehan di lingkungan kerja. Selain itu, massa juga mendesak keadilan bagi pekerja serta perbaikan sistem ketenagakerjaan dalam proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.
Perwakilan PT Kilang Pertamina Balikpapan, Ibnu dan Haris dari bagian hubungan masyarakat, menemui massa aksi sekitar pukul 16.30 Wita untuk melakukan dialog terbuka.
Hasil pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah poin kesepakatan, di antaranya komitmen membangun komunikasi yang konstruktif antara perusahaan dan HMI, peningkatan penerapan prinsip keselamatan kerja dan keadilan sosial, serta penguatan sistem K3 di seluruh wilayah operasional kilang.
Selain itu, Pertamina juga menyatakan akan menyampaikan rekomendasi kepada pemangku kepentingan terkait perlindungan tenaga kerja, serta memastikan seluruh perusahaan subkontraktor mematuhi ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku. Kedua pihak juga sepakat membentuk forum komunikasi bersama yang akan dilaksanakan secara berkala sebagai wadah dialog dan evaluasi.
Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh perwakilan Pertamina dan Ketua Umum HMI Cabang Balikpapan, Ahmad Yoga Pratama.
Aksi unjuk rasa berakhir pada pukul 17.30 Wita dalam situasi aman dan kondusif di bawah pengamanan aparat kepolisian.
Secara umum, aksi yang berlangsung damai ini dinilai sebagai bentuk penyampaian aspirasi mahasiswa terhadap kebijakan ketenagakerjaan di sektor industri strategis. Dialog yang terjalin antara massa aksi dan pihak perusahaan diharapkan mampu menghasilkan solusi yang berimbang, baik bagi keberlangsungan operasional industri maupun perlindungan hak-hak pekerja di wilayah Balikpapan.
( Alfian )