Pulau Rupat — jurnalpolisi.id
Masyarakat di desa-desa pelosok wilayah Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, menyuarakan tuntutan serius terkait pemerataan distribusi bahan bakar minyak (BBM). Keluhan ini mencuat akibat sulitnya akses masyarakat desa terhadap BBM jenis Pertalite, meski pemerintah menyatakan stok dalam kondisi aman.
Kondisi paling mencolok terjadi di Desa Titi Akar, di mana warga harus menempuh perjalanan puluhan kilometer demi mendapatkan BBM. Bahkan, demi efisiensi, sejumlah warga nekat mengangkut sepeda motor mereka ke atas becak motor untuk dibawa menuju SPBU di wilayah Teluk Lecah.
“Di desa kami sudah tidak ada minyak, Pak. Kami ramai-ramai ke sini, hampir 20 motor hanya untuk dapat Pertalite,” ujar seorang warga dengan nada kesal saat ditemui awak media. Ia juga berharap adanya kebijakan yang memperbolehkan pembelian BBM menggunakan jeriken dengan jumlah terbatas, antara 5 hingga 35 liter, guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Warga menilai, pernyataan pemerintah mengenai ketersediaan BBM belum sepenuhnya mencerminkan kondisi di lapangan. Istilah “pemerataan” kini menjadi sorotan utama, karena distribusi yang dianggap hanya terfokus di titik-titik tertentu seperti SPBU, tanpa mempertimbangkan akses masyarakat di daerah terpencil.
“Kami yang di desa pelosok ini juga butuh perhatian. Jangan hanya dipastikan di SPBU saja. Datanglah ke sini, lihat langsung kondisi kami,” ungkap warga lainnya.
Secara geografis, Pulau Rupat dan wilayah Rupat Utara memiliki tantangan tersendiri. Akses yang terbatas, infrastruktur yang belum memadai, serta kondisi wilayah yang terpisah oleh perairan membuat warga harus mengeluarkan biaya dan tenaga ekstra hanya untuk mendapatkan BBM.
Warga pun meminta Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Bengkalis, Zulpan, agar turun langsung ke desa-desa terpencil untuk melihat kondisi riil yang mereka hadapi. Mereka berharap adanya langkah konkret dari pemerintah daerah agar distribusi BBM benar-benar merata dan dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.
Sebelumnya, Zulpan menyampaikan bahwa stok BBM di wilayah Bengkalis, termasuk Pulau Rupat, dalam kondisi aman dan penyaluran berjalan lancar. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada dampak dari kondisi distribusi BBM di daerah lain seperti Pekanbaru.
“Stok BBM dalam keadaan aman dan tersedia. Penyaluran tetap berjalan normal dan kuota masih mencukupi,” ujarnya,
Selasa (5/5/2026).
Meski demikian, suara masyarakat di pelosok menjadi pengingat bahwa persoalan BBM tidak hanya soal ketersediaan, tetapi juga aksesibilitas. Warga berharap pemerintah tidak hanya berpatokan pada data distribusi, tetapi juga melihat langsung kondisi nyata di lapangan
Penulis Asmadi