KUKAR – jurnalpolisi.id
Kepolisian Sektor (Polsek) Anggana turut ambil bagian dalam penanganan gangguan lingkungan akibat serangan hama ulat bulu yang meresahkan warga di wilayah pesisir Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur.
Melalui peran aktif Bhabinkamtibmas, Polsek Anggana bersama tim terpadu melakukan monitoring penyemprotan hama menggunakan teknologi drone spraying tipe DJI Agras T40 di Desa Persiapan Tanjung Berukang, Desa Sepatin, pada Minggu (3/5/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WITA tersebut merupakan respons cepat atas keluhan masyarakat dan pihak sekolah yang terdampak serangan ulat bulu. Hama tersebut dilaporkan mengganggu aktivitas warga hingga proses belajar mengajar, karena menimbulkan rasa gatal pada kulit.
Kapolsek Anggana, IPTU I Komang Mahendra Putra, turun langsung memimpin pengamanan sekaligus memantau jalannya kegiatan di kawasan Pelabuhan Dermaga Dusun 2.
“Penggunaan teknologi drone ini dilakukan agar penyemprotan lebih efektif dan efisien, terutama untuk menjangkau area vegetasi pohon yang sulit diakses secara manual,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, tim gabungan yang terdiri dari Pemerintah Kecamatan Anggana, Koramil, Balai Penyuluh Pertanian (BPP), Puskesmas, serta tokoh masyarakat, menggunakan insektisida sistemik jenis DIME-TAN 500 SL.
Penyemprotan difokuskan pada sejumlah titik rawan, mulai dari pemukiman warga, lingkungan sekolah, hingga kawasan vegetasi di sekitar Pulau Datu yang menjadi lokasi berkembangnya hama.
Kehadiran aparat kepolisian dalam kegiatan ini tidak hanya sebagai pengamanan, tetapi juga memastikan seluruh proses berjalan aman, mulai dari distribusi bahan kimia hingga operasional drone yang dikelola oleh Unit Pengelola Jasa Alsintan (UPJA) Kecamatan Anggana.
Untuk mengantisipasi dampak kesehatan, tim medis dari Puskesmas Sungai Meriam turut disiagakan di lokasi dengan perlengkapan alat pelindung diri (APD) dan obat-obatan pertolongan pertama.
Hingga kegiatan berakhir, populasi ulat bulu di area sasaran dilaporkan mulai menurun secara signifikan. Warga pun menyampaikan apresiasi atas langkah cepat dan kolaboratif yang dilakukan aparat bersama instansi terkait.
Upaya ini dinilai menjadi contoh sinergi antara kepolisian, pemerintah, dan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi untuk mengatasi permasalahan lingkungan secara efektif dan berkelanjutan.
( Alfian )