NDUGA jurnalpolisi.id
Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz 2026 terus memperkuat stabilitas keamanan di wilayah Papua melalui pendekatan humanis kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut diwujudkan lewat patroli dialogis di Kenyam, Kabupaten Nduga, Kamis (16/4/2026).
Dalam pelaksanaannya, personel tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga aktif berinteraksi dengan warga. Melalui komunikasi terbuka, sapaan, dan dialog ringan, aparat berupaya membangun kedekatan serta menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Kehadiran aparat dengan pendekatan persuasif itu pun mendapat respons positif dari masyarakat. Warga menyambut baik interaksi yang hangat dan komunikatif, sehingga mampu memperkecil jarak antara aparat keamanan dan masyarakat.
Selain sebagai sarana membangun kedekatan, patroli tersebut juga dimanfaatkan untuk memantau situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara langsung. Hingga kegiatan berakhir, kondisi di wilayah Kenyam terpantau aman dan kondusif tanpa adanya gangguan berarti.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa pendekatan humanis menjadi strategi utama dalam menjaga keamanan yang berkelanjutan di Papua.
“Pendekatan humanis adalah kunci. Kami ingin memastikan kehadiran personel tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, keamanan yang kuat tidak hanya dibangun melalui langkah preventif, tetapi juga melalui hubungan sosial yang harmonis antara aparat dan masyarakat sebagai mitra strategis.
Senada dengan itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Adarma Sinaga, menekankan pentingnya peran aparat sebagai pelindung sekaligus pengayom masyarakat.
“Aparat harus mengedepankan sikap humanis, komunikatif, dan responsif. Kehadiran kami harus menjadi bagian dari solusi di tengah masyarakat,” tegasnya.
Satgas Operasi Damai Cartenz berharap, melalui patroli yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, stabilitas keamanan di Kabupaten Nduga dapat terus terjaga. Selain itu, hubungan yang harmonis antara aparat dan masyarakat diharapkan semakin kuat guna mendukung terciptanya situasi yang aman, damai, serta kondusif bagi pembangunan daerah.
( Alfian )