Kutai Timur jurnalpolisi.id
Semangat pengabdian kepada masyarakat kembali ditunjukkan jajaran Polres Kutai Timur (Kutim). Pembangunan Jembatan Merah Putih 2 yang berlokasi di Jalan H. Abdullah, tepat di belakang Masjid Al-Abror, Sangatta Utara, kini telah memasuki tahap penyelesaian, pada Selasa (14/4/2026) pagi,
personel Polres Kutim melalui Satuan Samapta turun langsung menuntaskan proses akhir pembangunan jembatan tersebut. Kegiatan difokuskan pada pemasangan lantai serta pengecatan jembatan dengan nuansa merah putih yang menjadi simbol semangat nasionalisme dan pelayanan presisi Polri.
Proses pengerjaan dilakukan secara gotong royong oleh personel kepolisian, sebagai bentuk kepedulian terhadap infrastruktur yang bermanfaat langsung bagi masyarakat sekitar. Hingga kegiatan berakhir, situasi terpantau aman, tertib, dan berjalan lancar.
Jembatan Merah Putih ini diharapkan dapat memperlancar akses warga, sekaligus menjadi ikon kebersamaan antara Polri dan masyarakat dalam membangun daerah.
Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto memberikan apresiasi atas dedikasi anggotanya yang terlibat langsung dalam pembangunan tersebut. Ia menegaskan bahwa kehadiran Polri tidak hanya sebatas menjaga keamanan, tetapi juga harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
“Pembangunan Jembatan Merah Putih ini merupakan wujud nyata kepedulian Polres Kutai Timur dalam membantu meningkatkan fasilitas umum bagi masyarakat. Kami ingin Polri hadir tidak hanya sebagai pelindung dan pengayom, tetapi juga sebagai bagian dari solusi atas kebutuhan masyarakat,” tegas AKBP Fauzan Arianto
AKBP Fauzan mengungkapkan pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari implementasi program Polri Presisi yang mengedepankan respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam kegiatan sosial dan pembangunan yang berdampak langsung bagi warga,” ungkapnya.
Lebih lanjut, AKBP Fauzan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas yang telah dibangun tersebut agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Kami berharap jembatan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat. Mari kita rawat bersama, karena ini adalah milik kita semua. Dengan sinergi yang baik antara Polri dan masyarakat, kita bisa menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan sejahtera,” harapnya.
Selain itu, Kapolres menekankan pentingnya semangat gotong royong yang terus dijaga sebagai budaya bangsa dalam mendukung pembangunan daerah.
“Semangat kebersamaan yang ditunjukkan anggota di lapangan menjadi contoh bahwa dengan kerja sama dan kepedulian, kita mampu menghadirkan perubahan nyata. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk terus berbuat yang terbaik bagi masyarakat Kutai Timur,” tutupnya.
( Alfian )