Samarinda – jurnalpolisi.id
Di tengah semangat berbagi, personel Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Kaltim yang dipimpin oleh Bripka Mulyadi beserta tiga personel lainnya melaksanakan aksi nyata melalui program “Bantuan Kemanusiaan untuk Negeri”. Kegiatan ini dilangsungkan pada Jumat (13/03/2026) dengan menyasar warga prasejahtera di kawasan Loa Janan Ilir, Samarinda. Langkah ini merupakan agenda rutin bertajuk Jumat Berkah yang bertujuan untuk meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus mempererat tali silaturahmi antara Brimob Samarinda dan warga setempat secara langsung.
Sasaran bantuan kali ini menyentuh dua warga di Kelurahan Rapak Dalam yang sangat membutuhkan uluran tangan. Penerima bantuan pertama adalah Ibu Surani (55), seorang pekerja serabutan yang tinggal di Gang Rahmat Jaya 3, RT. 01. Sementara itu, bantuan kedua diserahkan kepada Ibu Muslina (50), yang saat ini tidak memiliki pekerjaan dan beralamat di Jalan Sultan Hasanuddin. Kehadiran para personel Brimob ke kediaman mereka membawa bantuan paket sembako dan kebutuhan pokok lainnya guna membantu meringankan beban hidup sehari-hari.
Dansat Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol. Andy Rifai, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa aksi sosial ini merupakan bentuk komitmen institusi untuk selalu hadir di tengah kesulitan masyarakat. “Melalui program Jumat Berkah ini, kami ingin memastikan bahwa kehadiran Brimob tidak hanya soal menjaga keamanan, tetapi juga sebagai pelayan yang memiliki empati tinggi terhadap kondisi sosial. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban Ibu Surani dan Ibu Muslina, serta menjadi bukti nyata bahwa Polri selalu ada untuk rakyat,” pungkasnya.
Menanggapi bantuan yang diterima, Ibu Muslina menyampaikan rasa syukur dan harunya atas perhatian yang diberikan oleh personel Batalyon B Pelopor. “Saya sangat berterima kasih kepada Bapak-Bapak Brimob yang sudah peduli dan datang jauh-jauh ke rumah kami. Bantuan ini sangat berarti bagi saya yang sedang tidak bekerja, semoga kebaikan Bapak semua dibalas oleh Tuhan Yang Maha Esa,” ucapnya dengan nada bergetar. Aksi kemanusiaan ini pun ditutup dengan ramah tamah singkat, memperkuat kedekatan emosional antara aparat penegak hukum dan masyarakat yang dilayaninya.
( Alfian )