Tanggamus– jurnalpolisi.id
Anggota Komisi IV DPRD Tanggamus Fraksi Gerindra, Zudarwansyah merespon soal ibu hamil yang akan melahirkan Siti Asiah (31) yang berasal dari Pekon Tampang Muda Kecamatan Pematang Sawa Kabupaten Tanggamus provinsi Lampung, yang dirujuk ke RS Mitra Husada Pringsewu karena di RSUD Batin Mangunang tidak ada Dokter anastesi.
“Saya menyayangkan kejadian seperti ini terus terjadi. Hal ini menunjukkan sistem pelayanan kesehatan yang masih sangat kacau di kabupaten ini. Apalagi rumah sakit yang Notabene milik pemerintah sampai merujuk pasien dalam kondisi darurat. Keselamatan pasien adalah hal yang utama,” kata Iwan Talo sapaan akrabnya, kamis (9/4/2026).
Iwan Talo juga menyayangkan alasan yang disampaikan RSUD Batin Mangunang yang menyatakan Dokter Anastesi tidak ada.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Tanggamus setiap bulannya sudah menganggarkan dan membayar 2 Dokter Anastesi yang memang di pekerjakan di rumah sakit milik pemerintah daerah kabupaten tanggamus tersebut.
“Seharusnya Dokter yang memang sudah dibiayai oleh pemerintah selalu siap dan standby jika ada pasien dalam kondisi darurat di Rumah sakit, karena ini menyangkut nyawa,” ujar Ketua Fraksi Gerindra DPRD Tanggamus tersebut.
Legislator yang berasal dari Dapil 2 Tanggamus itu juga menyampaikan bahwa pemerintah harus segera mengevaluasi sistem kinerja yang ada, dan mendorong bagi siapapun yang terbukti melakukan kelalaian pelayanan kesehatan untuk diberi hukuman.
“Pemerintah daerah kabupaten tanggamus dalam hal ini Bupati harus berbenah terhadap sistem pelayanan yang ada di RSUD Batin Mangunang, ini harus dievaluasi segera,” tegasnya.
“Selanjutnya, ada punishment bagi yang tidak menjalankan pelayanan kesehatan,” imbuhnya.
Sementara itu, dr. Panji saat dikonfirmasi membenarkan jika pasien yang akan melahirkan tersebut dirujuk ke RS Mitra Husada Pringsewu.
Ia mengatakan, kondisi tersebut bukan disebabkan oleh kelalaian tenaga medis. Namun karena keterbatasan yang dihadapi pihak rumah sakit, terutama mengenai keterbatasan tenaga dokter spesialis.
“Saya bukan membela benar atau tidaknya, saya kadang-kadang juga di telepon, kok tidak ada dokter yang standby?” katanya saat dikonfirmasi melalui Telpon pada kamis (9/4/2026).
Menurutnya, keterbatasan jumlah dokter spesialis memang menjadi tantangan nyata yang dihadapi pihak rumah sakit, terutama dalam menjaga kualitas dan kecepatan layanan kesehatan kepada masyarakat.
“Meski demikian, pihak rumah sakit memastikan pelayanan tetap berjalan sesuai prosedur dengan mengoptimalkan tenaga yang ada,” tegasnya.
Lebih lanjut dr. Panji menjelaskan jika dokter anastesi yang ada saat itu kebetulan sedang ada jadwal praktek di Rumah Sakit lain.
Ia pun menjelaskan jika dokter anastesi tersebut berasal dari RS Imanuel Bandar Lampung yang di pinjam oleh Pihak RSUD Batin Mangunang yang di biayai oleh pemerintah daerah tanggamus.
dr. Panji pun berharap agar pemerintah bisa mencari solusi dan mempercepat pendistribusian dokter spesialis agar tidak menumpuk di kota besar saja. Seperti di RSUD Batin Mangunang yang memang sangat membutuhkan.
Untuk diketahui bahwa ibu hamil yang akan melahirkan, Siti Asiah (31) yang berasal dari Pekon Tampang Muda Kecamatan Pematang Sawa Kabupaten Tanggamus Kejadian ini dilaporkan pada rabu malam (8/4/2026).
Siti Asiah, yang tengah hamil sembilan bulan hendak melahirkan bayinya, oleh bidan desa setempat dibawa ke RSUD Batin Mangunang. Akan tetapi setelah masuk Siti Asiah justru dirujuk Ke RS Mitra Husada Pringsewu dengan alasan RSUD Batin Mangunang tidak ada jadwal Piket Dokter
Anastesi.
(Helmi)