BANDUNG BARAT, jurnalpolisi.id
Ketika masyarakat membutuhkan akses dan pelayanan kesehatan yang layak, Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat (Dinkes KBB) justru menimbulkan tanda tanya besar.
Pasalnya, Dinkes KBB mengalokasikan Rp 3.367.089.000,- (tiga miliyar tiga ratus enam puluh tujuh juta delapan puluh sembilan ribu rupiah) sepanjang tahun 2025 hanya untuk belanja sewa hotel.
Besarnya pengeluaran ini justru memicu sorotan publik yang mempertanyakan urgensi kegiatan yang dilaksanakan di hotel dibandingkan kebutuhan mendesak seperti peningkatan fasilitas kesehatan dan layanan medis di daerah.
Seorang tokoh pemuda Bandung Barat yang identitasnya enggan disebutkan namanya mempertanyakan rasionalitas anggaran tersebut yang mencapai Rp 3,3 miliyar lebih itu. Menurutnya, angka sebesar itu untuk belanja sewa hotel tidak sejalan dengan kondisi ekonomi masyarakat.
“Pemerintah seharusnya lebih bijak dalam menyusun anggaran, terlebih ketika masyarakat masih berjuang di tengah tekanan ekonomi,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).
Dalam kesempatan ini, dia menyarankan, agar seharusnya dana tersebut dialihkan untuk program yang berdampak langsung, seperti peningkatan fasilitas kesehatan atau pengobatan gratis yang berpihak pada kebutuhan/ kepentingan rakyat.
“Jangan sampai uang rakyat dipakai untuk hal-hal yang tidak memberi manfaat nyata, apalagi dijadikan ajang manfaat. Ini uang rakyat, harus transparan digunakan secara baik dan benar,” tambahnya.
Kemudian, dia pun mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan aparat penegak hukum untuk memeriksa penggunaan anggaran belanja sewa hotel yang mencapai Rp 3,3 miliyar lebih ini karena berpotensi terjadi pemborosan bahkan penyimpangan.
Selain itu, dia pun mengajak Tim Investigasi Jurnal Polisi News untuk mendalami bukti pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan di hotel, termasuk adanya indikasi mark-up dan kongkalikong antara Dinkes KBB dengan pihak hotel. Dugaan ini muncul karena pola pengeluaran yang terkesan tidak wajar dan konsentrasi kegiatan di hotel-hotel tertentu.
Oleh karenanya, sebagai tokoh asli orang Bandung Barat, dia menuntut audit menyeluruh dan transparansi penuh agar uang rakyat tidak disalahgunakan.
Sebelumnya, Tim Investigasi Jurnal Polisi News berupaya mengkonfirmasi Plt. Kepala Dinkes KBB, Dr. Hj. Lia Nurliana Sukandar MM.,Kes., terkait belanja sewa hotel melalui pesan aplikasi WhatsAppnya, pada Jum’at (13/3/2026).
Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Dr. Lia malah mengarahkan Tim Investigasi Jurnal Polisi News ke Kasubbag Umpeg Dinkes KBB, Sastri Daniati.
Dihari yang sama, Tim Investigasi Jurnal Polisi News pun sudah mengirimkan beberapa poin pertanyaan kepada Sastri. Namun lagi-lagi, upaya mendapatkan informasi dari Dinkes KBB sangat sulit.
Hingga berita ini ditayangkan, Dinkes KBB belum memberikan penjelasan secara resmi.
Sebelumnya, Inpres Nomor 1 Tahun 2025 yang diteken Presiden Prabowo Subianto pada 22 Januari 2025 itu secara tegas meminta seluruh Kepala Daerah hingga Perangkat Daerah untuk membatasi kegiatan yang bersifat seremonial, termasuk penyewaan hotel maupun gedung.
Selain itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga turut menegaskan kepada seluruh aparatur Pemerintah Daerah agar memanfaatkan fasilitas gedung kantor yang sudah tersedia.
Dedi Mulyadi meminta Bupati dan walikota di wilayahnya untuk memakai kantor sebagai tempat rapat.
“Saya tetap meminta bupati wali kota kita rapat menggunakan kantor-kantor yang sudah ada, karena kantor sudah cukup untuk rapat,” ujar Dedi Mulyadi di video yang diunggah di media sosial, Kamis (12/6/2025).
Menurut mantan anggota DPR RI ini, keputusan penting Pemerintahan tidak harus selalu dibuat melalui forum-forum rapat formal, apalagi yang digelar di luar kantor.
Ia menilai efisiensi menjadi kunci dalam menjalankan roda pemerintahan yang berpihak pada kepentingan rakyat.
Mirisnya, SERUAN EFISIENSI ANGGARAN di Pemerintah Daerah KBB sesuai dengan Inpres Nomor 1 Tahun 2025 dan himbauan Gubernur Jawa Barat terindikasi kuat tidak berlaku bagi Dinkes KBB. Terkesan Instruksi dan himbauan itu di abaikan, bahkan di acuhkan.
RED – TIM INVESTIGASI