Blora jurnalpolisi.id
Saat ini perjalanan SPPG yang semakin hari syarat dengan adanya perubahan aturan baru dimana setiap SPPG harus sudah memiliki IPAL dan SLHS, telah membuat para pemilik SPPG berpacu melengkapi persyaratan Yang belum dimiliki.
Selain IPAL dan SLHD setiap SPPG juga dituntut untuk menyediakan mes untuk para petugas SPPI, harus menyajikan makanan bergizi pantas saji, juga harus memiliki seorang Ahli Gizi yang mengatur menu makanan yang hendak disuguhkan.

Ketua Satgas Kabupaten Blora Sri Setyarini telah menandaskan dan memperingatkan kepada semua SPPG apabila dalam 24 hari tidak memiliki IPAL maupun SLHD harus ditutup . Demikian pula disampaikan oleh kordinator SPPG Kabupaten Blora ,Atikah dimana SPPG juga harus menyiapkan mes untuk para petugas PPIP maupun makanan yang bergizi layak serta harus ada seorang Ahli Gizinya. Apabila tidak dipenuhi SPPG harus ditutup.
Setelah diberikan sosialisasi adanya PP 115 tahun 2025 dan Kepres no 28 tahun 2025 serta Kepmenko nomor 78 tahun 2025. Ternyata tiga SPPG diantaranya telah memenuhi unsur aturan yang ditentukan.
Ketiga SPPG tersebut diantaranya SPPG Dua Putri Kunduran , SPPG Mojowetan Banjarejo dan SPPG Ngawen Bradag Kecamatan Ngawen ,ketiga SPPG tersebut pantas menjadi suri teladan SPPG lainnya yang belum melengkapi persyaratan pokok pendirian SPPG di Kabupaten Blora.
Menanggapi seruan yang disampaikan oleh ketua Satgas MBG Kabupaten Blora Tutut Wijayanti Diana Putri selaku mitra kerja menjelaskan, bahwa untuk SPPG Dua Putri Kunduran tidak ada masalah. Saat ini tinggal pembenahan sekat saja.

” Sementara untuk ahli gizinya sudah tersedia . Anissa Jaka Iriatin selaku ahli gizi dari awal kegiatan telah ditugaskan untuk mendampingi SPPG Dua Putri Kunduran” terangnya. .
Hal senada juga disampaikan oleh pihak SPPG Mojowetan Kecamatan Banjarejo. Bopo Kadang selaku mitra kerja SPPG Mojowetan sekaligus Pimpinan KUD Banjarejo menuturkan bahwa untuk SPPG nya tidak ada kendala.semua persyaratan telah terpenuhi, ujarnya.
” IPAL dan SLHD dari awal sudah disiapkan , tinggal sekarang menjaga menu dan kondisi sajian makanannya yang perlu ditingkatkan kewaspadaannya agar tidak ada komplin dari para penerima manfaat. Telah saya tekankan untuk petugas Kwality control selaku petugas penyortiran makanan, buah ataupun yang lain agar jeli dan teliti. Untuk Ahli gizinya sudah tersedia . Selvia Apriliana selalu mendampingi dengan setia SPPG di Mojowetan. ” tandasnya.
Kepala Desa Bradag Kecamatan Ngawen Luluk , selaku mitra kerja SPPG Ngawen Bradag saat dimintai keterangan menjelaskan meskipun saat ini terbit adanya aturan baru, untuk SPPG Ngawen Bradag merasa tidak cemas sama sekali . Kami sudah siapkan dari awal berdiri, saat ini pembenahan sudah dilakukan maka saat ini siap untuk ditinjau jika dibutuhkan .
” Rifkatun Nafisah dari Semarang adalah seorang petugas Ahli Gizi yang ditugaskan di SPPG Ngawen Bradag, kini orangnya tinggal di Mes yang sudah disediakan . Kami selaku mitra kerja SPPG akan bekerja sesuai ketentuan yang ada, memenuhi kebutuhan SPPG sebagai bentuk tanggung jawab kami.” tuturnya sambil tertawa riang.
Diperoleh kabar bahwa Luluk adalah seorang kepala desa wanita yang ulet dan lincah dalam berbisnis. Bahkan melebihi sepak terjang para kepala desa pria lainnya, khususnya di wilayah Kecamatan Ngawen.
” Saat ini saya juga sedang membangun lagi sebuah SPPG baru di Kecamatan Doplang. Blora. Kini tahapannya tinggal menunggu kehadiran petugas SPPI nya saja. Mohon doa restunya.” pintanya. ( Djoks ).