Tangerang – jurnalpolisi.id
Sebuah langkah kolaboratif yang sarat nilai pendidikan dan kemanusiaan resmi digulirkan melalui program Sahabat Sekolah Setia Bhakti, hasil kerja sama antara Sekolah Setia Bhakti dengan Perkumpulan Boen Tek Bio serta organisasi Khonghucu se-Tangerang Raya. Program ini menjadi simbol kuat persatuan lintas lembaga dalam upaya menciptakan generasi unggul yang berdaya saing dan berkarakter.
Kolaborasi ini tidak sekadar menjadi bentuk kemitraan administratif, tetapi berkembang menjadi gerakan sosial yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Dengan mengusung visi besar untuk menghadirkan pendidikan berkualitas yang inklusif, program ini diharapkan mampu membuka akses seluas-luasnya bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih cerah.
Ketua Perkumpulan Boen Tek Bio Kota Tangerang Banten, Romo Ruby Santamoko, dalam keterangannya menyampaikan bahwa program ini lahir dari semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap generasi penerus bangsa.
“Program Sahabat Sekolah Setia Bhakti ini bukan hanya tentang pendidikan formal, melainkan tentang membangun harapan. Kami ingin memastikan bahwa tidak ada anak yang tertinggal dalam mendapatkan haknya untuk belajar. Ini adalah panggilan moral bagi kita semua untuk hadir dan berkontribusi nyata,” ujar Romo Ruby dalam pernyataan panjangnya. Sabtu, (11/4/2026).
Ia menambahkan bahwa sinergi antara lembaga pendidikan dan organisasi keagamaan menjadi kekuatan besar dalam membangun fondasi sosial yang kokoh.
“Kami percaya, ketika nilai-nilai kebajikan, gotong royong, dan kepedulian dipadukan dengan sistem pendidikan yang baik, maka akan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual. Inilah yang menjadi tujuan utama dari kerja sama ini,” lanjutnya.
Dalam implementasinya, program ini menghadirkan peran aktif organisasi Khonghucu sebagai duta pendidikan yang menyosialisasikan keunggulan Sekolah Setia Bhakti kepada masyarakat luas. Kehadiran “Sahabat Sekolah Setia Bhakti” menjadi bentuk apresiasi bagi individu maupun lembaga yang turut menjembatani informasi pendidikan kepada keluarga-keluarga di Tangerang Raya.
Tidak hanya berfokus pada pendidikan akademik, program ini juga menyentuh aspek sosial melalui berbagai bantuan kemanusiaan. Salah satunya adalah Program Anak Asuh yang memberikan beasiswa bagi siswa kurang mampu, serta bantuan sosial umum untuk meringankan beban ekonomi masyarakat.
Menurut Romo Ruby, langkah ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap kondisi sosial yang masih dihadapi sebagian masyarakat.
“Kami memahami bahwa tantangan ekonomi seringkali menjadi penghambat utama dalam pendidikan. Oleh karena itu, melalui program ini, kami ingin hadir memberikan solusi konkret. Beasiswa dan bantuan sosial ini adalah wujud komitmen kami dalam memastikan keberlanjutan pendidikan anak-anak,” tegasnya.
Lebih jauh, program ini juga menitikberatkan pada pengembangan kualitas sumber daya manusia di lingkungan organisasi Khonghucu. Berbagai pelatihan strategis disiapkan, mulai dari pembelajaran bahasa Mandarin, pelatihan literasi digital seperti penggunaan aplikasi desain, hingga workshop penguatan soft skills.
“Penguatan SDM menjadi bagian penting dari program ini. Kami ingin organisasi Khonghucu di Tangerang Raya semakin profesional, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan mampu memberikan kontribusi lebih luas bagi masyarakat,” ungkap Romo Ruby.
Dengan berbagai program yang terintegrasi, Sekolah Setia Bhakti kini tidak hanya berfungsi sebagai institusi pendidikan, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan masyarakat. Kehadirannya diharapkan mampu menjadi “rumah bersama” yang memberikan harapan, kesempatan, dan masa depan yang lebih baik bagi seluruh lapisan masyarakat.
Program Sahabat Sekolah Setia Bhakti pun dinilai sebagai model kolaborasi ideal antara dunia pendidikan dan komunitas keagamaan yang patut menjadi contoh di berbagai daerah lain di Indonesia. (Is/is)