PENAJAM jurnalpolisi.id
Hamparan lahan pertanian di Desa Girimukti, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, menjadi saksi dimulainya gerakan penanaman jagung serentak Kuartal I tahun 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Minggu 8/3/26
Kegiatan tersebut dilaksanakan di lahan Kelompok Tani Hamparan Sawit Lestari, Jalan Silkar Km 06 RT 17, Sabtu (7/3/2026) sore, dan dipimpin langsung oleh Kapolres Polres Penajam Paser Utara, Andreas Alek Danantara, S.I.K., M.M., M.Tr.SOU.
Kehadiran Kapolres bersama unsur Forkopimda, TNI, instansi pemerintah serta para petani menjadi simbol kuatnya sinergi lintas sektor dalam mendukung program swasembada jagung yang menjadi bagian dari strategi nasional memperkuat kemandirian pangan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasdim 0913/PPU Antha Hi Jusuf, Kepala Pengadilan Agama Kabupaten PPU Fattahurirdlo Al Ghany, Kepala Dinas Pertanian PPU **Andi Trasodiharto, Kepala BPS PPU Sukoharyono, Wakapolres PPU Awan Kurniawan, jajaran pejabat utama Polres PPU, Kapolsek Penajam AKP Syaifudin, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta puluhan petani dari Kelompok Tani Hamparan Sawit Lestari.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, pembacaan doa, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya. Para peserta kemudian mengikuti arahan Kapolri Listyo Sigit Prabowo secara virtual melalui Zoom Meeting dalam kegiatan penanaman jagung serentak yang dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia.
Dalam arahannya, Kapolri menegaskan bahwa program penanaman jagung serentak merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan. Menurutnya, kebutuhan jagung nasional terus meningkat, terutama untuk mendukung sektor peternakan dan berbagai program peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kebutuhan jagung pipil semakin besar, terutama untuk mendukung kebutuhan pakan ternak. Program ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan para petani,” ujar Kapolri.
Ia juga menyampaikan bahwa Polri menargetkan program penanaman jagung seluas satu juta hektare pada tahun 2026 sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Usai mengikuti arahan tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman jagung secara simbolis oleh Kapolres PPU bersama unsur Forkopimda dan para petani. Dengan penuh semangat, bibit jagung ditanam di lahan pertanian yang telah disiapkan, menandai dimulainya gerakan tanam jagung di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara.
Kapolres PPU Andreas Alek Danantara menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendukung program strategis nasional di sektor pertanian.
Menurutnya, peningkatan produksi jagung tidak hanya berdampak pada ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya para petani di daerah.
“Kami berharap melalui kegiatan ini semangat para petani semakin meningkat dan hasil pertanian jagung di wilayah Penajam Paser Utara dapat terus berkembang sehingga memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan yang dihadiri sekitar 30 undangan tersebut berlangsung hingga pukul 18.00 Wita dan ditutup dengan sesi foto bersama. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib dan lancar, sekaligus menegaskan komitmen bersama dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan di Indonesia.
( Alfian )