Banyumas, – jurnalpolisi.id
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menghadiri kegiatan silaturahmi dalam rangka 1447 Hijriah/2026, Keluarga besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Banyumas di Gedung Guru Banyumas, Selasa 7 April 2026. Kegiatan yang berlangsungt khidmat tersebut mengangkat tema “Mempererat Silaturahmi, Menguatkan Solidaritas untuk Pendidikan Berkualitas” dan dihadiri jajaran pengurus PGRI tingkat kabupaten dan cabang se-Banyumas, serta sejumlah pejabat daerah.
Ketua panitia, Eko Purnomo, S.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 112 peserta yang berasal dari 27 cabang PGRI tingkat kecamatan, ditambah satu cabang khusus serta para kepala sekolah. Ia menegaskan bahwa silaturahmi ini bertujuan memperkuat soliditas organisasi demi mendorong kemajuan pendidikan di Banyumas. Dalam momen tersebut, perwakilan pengurus cabang, Akhmad Sukaryanto, S.Pd., M.Pd, menyampaikan ikrar permohonan maaf kepada seluruh jajaran PGRI kabupaten dan mitra lintas sektoral. Permohonan maaf tersebut diharapkan menjadi awal mempererat kebersamaan serta menghapus segala kekhilafan yang terjadi.
Sementara Ketua PGRI Kabupaten Banyumas, Sarno, S.Pd., S.H., M.Si, menegaskan bahwa esensi silaturahmi adalah keterhubungan hati yang dilandasi keikhlasan. Ia juga menyoroti pentingnya peran guru dalam membentuk kualitas pendidikan.
“Kami berharap kepada pemerintah daerah agar terus berpihak kepada guru, termasuk menjamin keberlangsungan karier PPPK serta mendorong peningkatan status dari paruh waktu menjadi penuh waktu,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menegaskan komitmennya untuk tidak merumahkan tenaga PPPK Guru serta terus berupaya meningkatkan kesejahteraan guru. Selain itu, ia meminta PGRI untuk melakukan pendataan terhadap guru yang belum memiliki sertifikasi.
“Data tersebut nantinya akan menjadi dasar kerja sama dengan lembaga pendidikan guna meningkatkan kompetensi guru, sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan melalui sertifikasi,” katanya
Bupati Sadewo juga menyoroti masih adanya permasalahan anak tidak sekolah di wilayah Banyumas. Ia menilai peran guru tidak hanya terbatas pada kegiatan pembelajaran, tetapi juga mencakup pendekatan sosial kepada masyarakat. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen PGRI untuk terus menjaga semangat gotong royong dan menjadi wadah lahirnya inovasi pendidikan.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Wahyu Adhi Fibrianto, S.STP., M.AP, menyampaikan informasi terkait rencana rekrutmen ASNe tahun 2026. Ia menyebutkan bahwa tersedia 732 formasi di Kabupaten Banyumas, termasuk peluang perubahan status PPPK paruh waktu menjadi penuh waktu. Formasi tersebut mencakup kebutuhan guru SD, guru SMP, serta tenaga kependidikan di berbagai unit. ( Arif JPN)