BALIKPAPAN jurnalpolisi.id
Memasuki sepekan pelaksanaan Operasi Keselamatan Mahakam 2026, Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Timur mencatat tren penurunan angka kecelakaan lalu lintas dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Lalu Lintas Polda Kaltim Kombes Pol Ahmad Yanuari Insan, S.I.K., M.Si., dalam wawancara khusus di kantor Ditlantas Polda Kaltim, Senin (9/2/2026), menyampaikan bahwa hasil analisa dan evaluasi hari pertama hingga hari ketujuh (2–8 Februari 2026) menunjukkan capaian positif.
“Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada Operasi Keselamatan 2025, jumlah kecelakaan selama satu minggu turun dari sembilan kejadian menjadi delapan kejadian pada tahun ini,” ujarnya.
Penurunan juga terjadi pada jumlah korban. Korban meninggal dunia berkurang dari tiga orang pada 2025 menjadi dua orang pada 2026. Korban luka berat turun dari 11 orang menjadi tujuh orang, sementara korban luka ringan mengalami sedikit kenaikan.
Dari sisi kendaraan yang terlibat kecelakaan, jumlahnya menurun sekitar tujuh persen, dari 15 kendaraan pada 2025 menjadi 14 kendaraan pada 2026. Sepeda motor masih menjadi kendaraan yang paling dominan terlibat kecelakaan.
Menurut Ahmad Yanuari, Operasi Keselamatan Mahakam tahun ini lebih mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif dibanding penindakan hukum.
Selama sepekan pelaksanaan operasi, jajaran Polda Kaltim dan Polres mencatat 2.666 kegiatan penyuluhan kepada masyarakat, meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Selain itu, pemasangan media sosialisasi keselamatan lalu lintas seperti spanduk dan imbauan publik mencapai 1.630 kegiatan.
“Edukasi menjadi fokus utama, termasuk melalui media sosial dengan pendekatan yang lebih dekat ke generasi muda, seperti video pendek dan animasi keselamatan berlalu lintas,” katanya.
Pada aspek preventif, kegiatan pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli (turjawali) meningkat 17 persen.
Sementara itu, penindakan tilang turun 23 persen dan teguran turun 28 persen, yang dinilai sebagai indikasi meningkatnya kesadaran masyarakat.
Meski demikian, Ahmad Yanuari menekankan bahwa keselamatan berlalu lintas harus menjadi kesadaran pribadi setiap pengguna jalan.
“Pelanggaran seperti melawan arus, berboncengan lebih dari dua orang, dan tidak menggunakan helm sering menjadi faktor fatal kecelakaan. Kalau kesadaran tumbuh dari diri sendiri, angka kecelakaan bisa ditekan,” ujarnya.
Polda Kaltim berharap tren positif ini terus berlanjut hingga berakhirnya Operasi Keselamatan Mahakam 2026 pada 15 Februari mendatang, guna mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Kalimantan Timur.
( Alfian )