Balikpapan jurnalpolisi.id
Pemerintah Kota Balikpapan mengajak masyarakat memaksimalkan 10 hari kedua bulan suci Ramadan sebagai fase maghfirah atau ampunan dengan memperbanyak istighfar dan muhasabah diri.
Ajakan tersebut disampaikan Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, dalam kegiatan Safari Ramadan yang dirangkai dengan salat Isya dan Tarawih berjamaah di Masjid Agung At-Taqwa, Minggu (1/3/2026).
Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo, Asisten I Setda Kota Balikpapan Zulkifli, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Balikpapan.
Dalam sambutannya, Rahmad menyampaikan rasa syukur karena umat Muslim kembali dipertemukan dengan Ramadan dan dapat menjalankan ibadah secara berjamaah.
“Pemerintah kota mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh umat Muslim. Semoga Ramadan tahun ini membawa keberkahan dan kebaikan bagi kita semua,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa 10 hari kedua Ramadan merupakan momentum penting untuk memohon ampunan dan memperbaiki diri.
“Memasuki fase maghfirah, mari kita perbanyak istighfar dan muhasabah. Jangan sampai Ramadan berlalu tanpa perubahan positif dalam sikap dan perilaku kita,” katanya.
Selain itu, Rahmad mengajak jamaah untuk mendoakan saudara-saudara yang sedang sakit agar diberikan ketabahan dan kesembuhan sehingga dapat kembali beraktivitas seperti sediakala.
Menurutnya, Ramadan tidak hanya menjadi sarana meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga momentum memperkuat kepedulian sosial. Meneladani Rasulullah, umat Muslim didorong menjadi pribadi yang lebih sabar, dermawan, serta peduli terhadap sesama dan lingkungan sekitar.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan menyerahkan bantuan kepada pengurus masjid berupa satu unit pendingin ruangan (AC) 2 PK, satu unit vacuum cleaner, serta tiga unit kipas angin. Bantuan diterima langsung Ketua Umum Masjid Agung At-Taqwa, Habib Abu Bakar Al Qadri.
Rahmad menegaskan komitmen pemerintah kota dalam mendukung kegiatan keagamaan sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat.
“Pembangunan fisik dan infrastruktur harus berjalan seiring dengan pembangunan akhlak dan spiritual. Masjid merupakan pusat peradaban yang menanamkan nilai kejujuran, disiplin, toleransi, dan kebersamaan,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk menjaga ketertiban, keamanan, dan kebersihan lingkungan selama Ramadan. Momentum ini, lanjutnya, menjadi sarana pendidikan bagi anak-anak agar terbiasa mengisi waktu dengan kegiatan positif yang membentuk akhlak mulia.
Melalui momentum Ramadan, Pemerintah Kota Balikpapan berharap terwujudnya Balikpapan sebagai kota global yang nyaman dalam bingkai Madinatul Iman.
( Alfian )