Penajam Paser Utara jurnalpolisi.id
Komitmen Polri dalam mewujudkan proses rekrutmen yang bersih, transparan, dan berintegritas kembali ditegaskan oleh jajaran Polres Penajam Paser Utara (PPU) melalui penandatanganan fakta integritas penerimaan Taruna, Bintara, dan Tamtama Polri Tahun Anggaran 2026, Selasa (31/3/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin Wakapolres PPU, Awan Kurnianto, yang mewakili Kapolres PPU, Andreas Alek Danantara. Penandatanganan ini menjadi simbol komitmen bersama seluruh pihak untuk menjaga proses seleksi tetap objektif dan bebas dari praktik kecurangan.
Dalam arahannya, Wakapolres menegaskan bahwa fakta integritas bukan sekadar formalitas administratif, melainkan komitmen moral yang mengikat panitia, peserta, hingga orang tua untuk menjunjung tinggi kejujuran dan sportivitas.
“Ini adalah garis tegas. Rekrutmen Polri harus berjalan dengan prinsip BETAH—bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Tidak ada kompromi terhadap praktik percaloan, titipan, atau bentuk kecurangan lainnya,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa keberhasilan menjadi anggota Polri harus ditentukan sepenuhnya oleh kemampuan dan kualitas individu, tanpa intervensi pihak mana pun.
Menurutnya, menjaga kepercayaan publik terhadap institusi Polri harus dimulai sejak tahap awal, yakni proses rekrutmen.
Kegiatan ini juga melibatkan para peserta seleksi bersama orang tua atau wali sebagai bentuk keterbukaan institusi kepada publik. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan transparan, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui penandatanganan fakta integritas ini, Polres Penajam Paser Utara menegaskan komitmennya dalam melahirkan generasi Bhayangkara yang tidak hanya unggul secara fisik dan intelektual, tetapi juga memiliki integritas kuat sebagai fondasi utama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
( Alfian )