Agam Sumbar – jurnalpolisi.id
Kepengurusan LKAAM Kec IV Koto Periode 2026 – 2031 dikukuhkan oleh Ketua LKAAM Kabupaten Agam.
Acara pengukuhan diadakan dalam bentuk “Urang IV Koto Baralek Gadang “, pada Hari Rabu, 11 Februari 2026 bertempat di Aula Pemandian Sikabu Kec IV Koto. H.Junaidi Bsc, SH Dt Gampo Alam Nan Hitam selaku Ketua LKAAM Kab Agam mengukuhkan sekaligus melakukan Pati Ambalau Kepengurusan LKAAM Kec IV Koto yang baru.
Dalam sambutannya, Ketua LKAAM Agam menyampaikan Ucapan Selamat kepada Pengurus terpilih yg telah dikukuhkan, sekaligus berharap agar pengurus LKAAM yang baru mampu menjalankan amanah dengan baik.
Para Niniak mamak Nan Gadang Basa Batuah, perlu bergabung dan aktif dalam organisasi/lembaga adat yang ada agar dapat meningkatkan pemahamannya tentang tugas, fungsi dan peran sebagai pemangku adat.
Acara pengukuhan juga dihadiri Bupati Agam diwakili Staf Ahli Bidang Politik, Hukum dan Pemerintahan Dandi Pribadi, M.Si. Dalam sambutannya Dandi Pribadi menyampaikan bahwa para Niniak mamak Panghulu nan gadang Basa Batuah yg baru saja dikukuhkan, perlu menyadari bahwa amanah yg diterima ibarat ” Baban barek singguluang batu”.
Dari itu Bupati berharap agar semua pengurus diberi kekuatan dan hidayah menjalankan amanah yang diberikan masyarakat Kec IV Koto.
Sementara itu Gubernur Sumatera Barat yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Kebudayaan Propinsi Sumatera Barat, Fadli menyampaikan agar pengurus yang baru segera menyusun program kerja untuk 5 tahun ke depan.
Peran Niniak mamak yg tergabung dalam LKAAM Kecamatan saat ini semakin komplit karena perkembangan Teknologi Informasi yang begitu dahsyat.
Semakin meningkatnya penggunaan Teknologi dalam berbagai hal, otomatis mempengaruhi sikap, prilaku, atau karakter anak kemanakan / generasi muda saat ini.
Dari itu Gubenrnur berharap agar para niniak mamak lebih aktif membekali anak kemanakan dengan adat istiadat yg berada di setiap nagari.
Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa berdasarkan hasil survey yang pernah beliau laksanakan mengatakan bahwa banyak anak kemanakan kita yang berada diperantauan tidak tahu dengan nama suku nya, Nama panghulunya serta ada juga yg tidak tahu nama mamak nya.
Drs. H. Guspardi Gaus, M.Si Dt Batuah selaku Tokoh Masyarakat IV Koto sekaligus duduk sebagai Dewan Penyantun LKAAM Kec IV Koto menyampaikan apresiasi yg luar biasa atas terselenggaranya acara yang amat penting ini, Mantan anggota DPR-RI tsb juga berjanji siap mendukung LKAAM Kec IV Koto untuk mewujudkan kamaslahatan bagi masyarakat IV koto.
Beliau juga mengingatkan bahwa ” IV Koto ” dari zaman terdahulu telah banyak melahirkan orang orang hebat yg dikenal luas baik di tingkat nasional maupun internasional.
Diantaranya H. Agus Salim, yg pernah menjadi menyeri Luar Negeri RI dan menguasai 7 bahasa internasional, Syahrir, Perdana Menteri RI pertama, Rohana Kudus, Perempuan Minang yg menjadi wartawan wanita pertama di Indonesia dan menjadi Pahlawan nasional.
Selanjjutnya Buya H. mansur daud DT Palimo kayo, pendiri dan Keua MUI pertama di Sumbar dan juga menjadi role model pembentukan MUI di seluruh Indonesia.
Selanjutnya Ketua LKAAM Kec IV Koto terpilih, Drs. H. Isra, M.Pd Dt Bandaro yg barus saja dikukuhkan mengatakan bahwa Amanah ini bukanlah kehormatan semata.
Melainkan tanggung jawab besar yang insya Allah akan kami jalankan dengan penuh keikhlasan, kebersamaan, dan rasa tanggung jawab demi kemaslahatan adat dan anak kemenakan kita di Kecamatan IV Koto.
Oleh karena itu, Angku Drs. H. isra, M.Pd Dt Bandaro yg telah dikukuhkan berkomitmen untuk,
Menguatkan kembali peran Niniak Mamak dalam kaum pasukuan, nagari serta di Kecamatan.
Menjaga adat Minangkabau yang basandi syarak, syarak basandi Kitabullah.
Membangun sinergi yang erat dengan pemerintah daerah, lembaga adat, serta unsur masyarakat lainnya.
Membina generasi muda agar mengenal, mencintai, dan mengamalkan adat dan budaya Minangkabau.
Hadirin yg berbahagia Selesai prosesi pengukuhan, setelah Istirahat dan makan siang, kegiatan dilanjutkan dengan musyawarah niniak mamak, alim ulama, dan cadiak pandai se Kecamatan IV Koto.
Maksud musyawarah adalah untuk menghimpun masukan tentang program kerja 5 tahun kedepan. Disamping itu peserta musyawarah juga mendukung untuk membentuk Ikatan Kelaurga Kec IV Koto.
Dengan adanya Ikatan Keluarga tersebut, diharapkan terjadi sinergi yg lebih baikm antara ranah dan rantau.(Syafrianto)