Kutai Timur – jurnalpolisi.id
Kapolres Polres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, melakukan pengecekan langsung kondisi Jembatan Sungai Nibung yang berada di Desa Pelawan, Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur, Sabtu (28/02/2026).
Peninjauan ini dilakukan guna memastikan kondisi jembatan tetap aman, kokoh, dan layak dilalui kendaraan menjelang arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah. Jembatan tersebut diketahui menjadi akses vital yang menghubungkan mobilitas warga, distribusi barang, serta aktivitas perekonomian masyarakat di wilayah pesisir utara Kutim.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolres didampingi Kasat Lantas Polres Kutim AKP Rezky Nur Harismeihendra, Kasat Reskrim Polres Kutim AKP Rangga Asprilla Fauza, jajaran Pejabat Utama (PJU), serta sejumlah personel Polres Kutim.
Selain melakukan pengecekan fisik konstruksi jembatan, rombongan juga memantau kondisi arus lalu lintas dan potensi kerawanan yang dapat mengganggu kelancaran perjalanan masyarakat.
Dalam kesempatannya, AKBP Fauzan Arianto menyampaikan pengecekan ini merupakan langkah preventif untuk memastikan keselamatan masyarakat yang akan melintas, mengingat Jembatan Sungai Nibung merupakan jalur utama penghubung antarwilayah.
“Kami ingin memastikan jembatan ini benar-benar aman digunakan, khususnya menjelang arus mudik Lebaran. Infrastruktur seperti ini sangat vital karena menjadi jalur utama masyarakat dalam beraktivitas, baik untuk perjalanan keluarga maupun distribusi logistik,” ujar AKBP Fauzan.
AKBP Fauzan juga menegaskan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait apabila ditemukan kerusakan atau potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan pengguna jalan.
“Apabila terdapat bagian jembatan yang mengalami kerusakan atau berpotensi membahayakan, tentu akan segera kami koordinasikan dengan pemerintah daerah dan dinas terkait agar dapat segera dilakukan perbaikan,” tegasnya.
Selain itu, ia mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintasi jembatan, mematuhi rambu lalu lintas, serta tidak memaksakan melintas apabila kondisi cuaca ekstrem atau arus kendaraan sedang padat.
“Kami mengajak masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan, menjaga ketertiban berlalu lintas, dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan kondisi jembatan yang membahayakan,” pungkasnya.
( Alfian )