Blora – jurnalpolisi.id
Suatu hal yang patut dibanggakan di Kabupaten Blora saat ini dimana masih ada desa yang para perangkatnya mampu menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan baik serta amanah .
Desa Tamanrejo Kecamatan Tunjungan Kabupaten Blora adalah desa dengan jumlah penduduk 3458 jiwa atau 1190 kepala keluwarga yang tersebar di 3 wilayah perdukuhan diantaranya Porendeng, Setrotaman dan Maguan . Merupakan salah satu desa yang sudah berstatus Desa Mandiri .
Suratman selaku Kepala Desa Tamanrejo saat ditemui di kantornya terkait pelaksanaan pembangunan di desanya memaparkan bahwa untuk sejumlah pembangunan fisik di tahun 2025 lalu semua sudah direalisasikan pembangunannya, baik itu dana yang bersumber dari Dana desa maupun dana bantuan dari propinsi.
Untuk dana desa tahun 2025 telah digunakan untuk pembangunan jalan paving di Dukuh Porendeng sepanjang 380 meter dengan lebar 3,5 meter dengan menelan biaya 350 juta rupiah serta cekdam senilai 85 juta rupiah . Selain infrastruktur Dana Desa juga digelontorkan untuk Program ketahanan pangan, pembangunan cekdam, sosialisasi pupuk organik hingga pembentukan bank Sampah .
Sementara untuk dana Bantuan dari Propinsi ( Banprop) dipergunakan untuk membangun pavingisasi di Dukuh Maguwan serta Dukuh Purendeng .
Meskipun dalam keterbatasan anggaran Pemdes tahun 2026 ini tetap berpijak pada delapan program prioritas sesuai Permendes diantaranya BLT dana desa untuk warga miskin , kesiap siagaan bencana alam , digitalitas, pembangunan infrastruktur terbatas serta pencegahan stunting. Meskipun Desa Tamanrejo berstatus nol stanting ,namun perlu adanya langkah pencegahan .
Program pembangunan yang sudah diputuskan dalam musyawarah Desa semua berjalan sesuai hasil Musdes . Pembangunan berjalan lancar sesuai aturan yang sudah ditetapkan.
“Kesadaran etos kerja para perangkat desanya untuk tertib bekerja sesuai aturan cukup tinggi , mereka disiplin dalam kerja berharap agar hasil kerjanya barokah,” terangnya sambil tertawa.
Ada rasa bangga yang menyelimuti lubuk hati warga masyarakat Desa Tamanrejo apabila dari dekat melihat kenerja dari para perangkat desa Tamanrejo dalam memberikan pelayanan pada warga masyarakat .
Meskipun selalu prihatin karena ada saja pihak yang selalu mengusik mencari – cari kesalahan dari kenerja dari para perangkat desa atas kegiatan yang sudah dilakukan. Namun , Begitulah kehidupan.
Rasa Kebanggaan karena melihat sisi kenerja perangkatnya yang guyub rukun , saling bahu membahu dalam melaksanakan tugas dari pukul 08.00 w.i.b . Hingga pukul 15.00. w.i.b baru pulang kerja. Sesuatu hal langka terjadi di kabupaten Blora . Meskipun ada , kurang lebih hanya 30 persen dari semua desa di kabupaten Blora .
Sekretaris Desa Nuria Asmi Ardila yang akrap dipanggil Dila saat diminta keterangan menjelaskan bahwa selama 4 tahun bertugas selaku sekretaris Desa Tamanrejo dirinya belum pernah menjumpai kendala dalam memberikan pelayanan kepada warga masyarakat. Semua perangkat desa selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik pada warga di kantor dari PKL 08.00 wib hingga PKL 15.00. wib . Kecuali ada hal yang lain .
” Kami berjumlah 10 perangkat desa dan 1 operator berusaha tertib waktu ,
tertib administrasi, tertib kerja saling bahu membahu dalam bekerja memberikan pelayanan warga masyarakat dengan sepenuh hati . Saat ini kuncinya adalah ITE yang berbasis digital. Kita sudah banyak membantu warga terutama dalam administrasi kependudukan mulai dari KK, surat kelahiran, surat kematian dan surat keterangan yang hampir setiap hari dibutuhkan warga dapat dilayani dengan baik,” jelasnya .
Karena masih belum lama bekerja saya selalu belajar dan berkordinasi dengan para perangkat desa yang lain, pelan pelan menimba ilmu untuk memahami aturan dan peraturan pemerintah terutama urusan pertanahan. Setiap pengambilan keputusan yang penting selalu dilakukan Musdes bersama BPD dan tokoh masyarakat. Selaku kepala kantor saya selalu mengadministrasikan kegiatan desa apapun dengan tertib, tandasnya.
Kamituwo Porendeng Sarmin ikut menambahkan dimana untuk pelayanan warga mulai tingkat RT terlayani dengan baik. Di tingkat RT ada kegiatan jimpitan beras , arisan , menjaga tertib keamanan lingkungan , sumbangan kematian sukarela jika ada kematian. Pada saat tertentu juga melaksanakan gotong royong bersih kampung dan acara sedekah bumi di setiap tahunnya .
” Meskipun saya menjabat kepala Dusun , setiap hari saya tetap masuk kantor sebagaimana para Kadus yang lain . Masih ada tugas lain selaku Kadus diantaranya melakukan penarikan Pajak Bumi dan Bangunan ( PBB ) pada warga masyarakat,” imbuhnya .
Disisi lain Mulyono selaku ketua BPD Desa Tamanrejo yang didampingi Sukardi dan Yanto selaku anggota BPD menuturkan dimana secara umum pada tahun 2025 pelaksanaan program kegiatan pembangunan di Desa Tamanrejo berjalan baik meskipun tidak 100 persen . Kemarin ada sedikit kendala terjadi dalam pembangunan cekdam akibat bencana alam sehingga terjadi. longsor. Namun pemerintah desa dan TPK akan membangun ulang cekdam tersebut .
” Untuk kenerja perangkat desa dan pelayanan yang dilakukan oleh para perangkatnya, saya menilai bagus dan sehingga warga merasa puas terlayani dengan baik,” tuturnya .
Sukardi anggota BPD yang saat itu ikut dikonvermasi menerangkan dimana cekdam tersebut akan dibangun dan ditata ulang pada bulan Juni – Juli saat musim kemarau mendatang dengan alokasi anggaran 85 juta rupiah, tandasnya.
Salah seorang tokoh masyarakat Yanto yang tinggal di Dukuh .Maguwan Desa Tamanrejo mengatakan Saya melihat pembangunan yang dilaksanakan pemerintah Desa Tamanrejo banyak memberi manfaat pada warga masyarakat , terutama pembangunan jalan. Untuk cekdam, karena cekdam membawa manfaat yang banyak pada warga seputar maka kami berharap untuk segera dilakukan pembangunan yang lebih kokoh lagi,
” Untuk pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kebutuhan warga masyarakat kami pandang sudah baik. Semoga kedepan tertata lebih baik lagi,” ungkapnya. ( Djoks).