Banyuwangi – Jurnalpolisi.id
Diduga sajikan menu yang kurang layak konsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, kembali menjadi masalah.
Kali ini, temuan datang dari salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menerima lauk protein berupa tempe bakar dalam kondisi belum matang, bahkan diduga berjamur.
Seorang siswa mengungkapkan bahwa tempe yang diterima tidak benar-benar dibakar sebagaimana mestinya.
“Tempenya belum dibakar, cuma dioles bumbu saja, masih ada jamurnya,” ujarnya kepada media, Rabu 8 April 2026.
Temuan ini memantik kekhawatiran soal kualitas dan pengawasan distribusi MBG, terutama karena menyangkut konsumsi pelajar.
Apalagi, dapur penyedia makanan atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Boyolangu sebelumnya juga pernah ditemukan susu kedelai yang basi.
Bahkan, SPPG Boyolangu tersebut sempat diberikan sanksi berupa pembekuan operasional sementara.
Saat dikonfirmasi, Pria berinisial RZ selaku asisten lapangan dari SPPG Boyolangu mengakui adanya kelalaian dalam penyajian. Ia menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut.
“Iya bapak, mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Tadi sudah langsung saya ganti ke sekolah, dan kami juga sudah menyampaikan permohonan maaf kepada pihak sekolah serta menggantikan dengan yang baru,” jelasnya.
Sementara itu, Masrulin Dwi selaku perwakilan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) menyatakan akan segera melakukan pengecekan terhadap dapur penyedia makanan tersebut.
“Baik. Terima kasih informasinya. Nanti kami cek ke SPPG Boyolangu,” jelasnya secara singkat.
Kasus ini menjadi evaluasi bagi pengelola mitra Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memastikan standar nutrisi dan kualitas makanan bagi siswa penerima makan bergizi gratis tetap terjaga.(Boby)