LEBAK – jurnalpolisi.id
Sejumlah penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Sumber Waras, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten, menyampaikan keluhan terkait menu MBG yang diterima pada Kamis, 12 Februari 2026.
Keluhan tersebut disampaikan terutama oleh penerima manfaat dari kelompok rentan, seperti balita serta ibu hamil dan menyusui. Mereka menilai menu yang diberikan belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan gizi masing-masing kelompok penerima.
Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Sumber Waras, Jamal Abdilah, membenarkan adanya keluhan tersebut. Ia mengatakan menu MBG yang dikirim untuk kebutuhan tiga hari (Kamis, Jumat, dan Sabtu) terdiri dari dua kotak susu anak sekolah, satu buah jeruk, satu buah apel, serta dua bungkus roti.
Menurut Jamal, komposisi tersebut dinilai kurang sesuai bagi ibu hamil dan ibu menyusui.
“Kebutuhan nutrisi ibu menyusui tentu berbeda dengan anak sekolah. Karena itu perlu penyesuaian agar manfaatnya optimal,” ujarnya.
Selain komposisi menu, Jamal juga menyoroti kualitas roti yang diterima penerima manfaat. Ia berharap bahan pangan yang disalurkan memenuhi standar kualitas dan kelayakan konsumsi.
Dari sisi anggaran, Jamal menyebutkan bahwa jika paket tersebut diperuntukkan selama tiga hari, maka alokasi anggaran disebut mencapai Rp24.000 per penerima manfaat. Namun, ia mempertanyakan kesesuaian antara nilai anggaran dengan jenis bahan pangan yang diterima.
“Perlu ada transparansi agar masyarakat memahami rincian penggunaan anggaran,” katanya.
Jamal juga mempertanyakan mekanisme pengawasan, termasuk peran tenaga ahli gizi dalam penyusunan menu. Ia berharap penyusunan menu dapat lebih memperhatikan standar kecukupan gizi bagi setiap kategori penerima manfaat.
Ia meminta pihak pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta instansi terkait melakukan evaluasi agar pelaksanaan Program MBG di Desa Sumber Waras dapat berjalan sesuai tujuan.
Hingga berita ini diterbitkan, wartawan masih berupaya menghubungi pihak SPPG untuk memperoleh klarifikasi dan tanggapan resmi terkait keluhan tersebut.