Aceh – jurnalpolisi.id
Bapak Mendagri selaku Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera, meninjau lokasi hunian sementara (huntara) di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Saya juga bersama Menteri Sosial (Mensos) dan Wakil Gubernur (Wagub) Aceh mengecek sejumlah fasilitas yang tersedia di huntara, serta berdialog dengan para pengungsi.
.
Huntara yang dibangun di Pidie Jaya terbagi menjadi empat jenis. Di antaranya huntara yang dibangun oleh BPI Danantara, huntara yang diinisiasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), huntara yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU), serta huntara yang didirikan secara gotong royong oleh organisasi kemasyarakatan (ormas) dan relawan. Dari empat tipe bangunan huntara tersebut, terdapat perbedaan karakteristik fasilitas di dalamnya.
.
Meskipun terdapat perbedaan fasilitas, pemerintah memastikan para pengungsi tetap memperoleh hunian yang layak dan nyaman. Pemerintah terus mengebut proses pemindahan pengungsi yang masih berada di tenda ke huntara maupun ke tempat tinggal yang lebih layak melalui skema dana tunggu hunian (DTH) sebelum Idulfitri 1447 Hijriah.
.
Berdasarkan data dari tiga provinsi terdampak bencana di wilayah Sumatera, baru Provinsi Sumatera Barat yang jumlah pengungsi di tendanya mencapai nol.(El Roy)