Samarinda jurnalpolisi.id
Satuan Brimob Polda Kalimantan Timur terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan pada ajang olahraga nasional bergengsi. Pada Minggu (01/02/2026), satu SST personel Batalyon B Pelopor Samarinda dikerahkan untuk melaksanakan pengamanan pertandingan sepak bola kasta tertinggi, Liga 1 musim 2025/2026
Laga yang mempertemukan tuan rumah Borneo FC melawan PSIM Yogyakarta ini berlangsung di bawah pengawasan ketat tim pengamanan yang dipimpin langsung oleh Ipda Tedy Aditama, guna memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan tertib di tengah antusiasme tinggi para pendukung yang memadati stadion.
Dalam pengamanan kali ini, personel yang diturunkan dibekali dengan kemampuan khusus anti-anarkis serta didukung oleh satu unit kendaraan taktis (rantis) guna mengantisipasi segala bentuk potensi gangguan keamanan maupun eskalasi massa selama pertandingan berlangsung. Kesiagaan personel di titik-titik strategis, mulai dari area tribun hingga perimeter luar stadion, terbukti efektif menjaga kondusivitas hingga peluit akhir dibunyikan. Pertandingan yang berjalan sengit tersebut berakhir dengan kemenangan tipis tuan rumah Borneo FC dengan skor 2-1 atas PSIM Yogyakarta, di mana para suporter dapat menikmati jalannya laga dengan aman dan meninggalkan area stadion dengan tertib.
Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol. Andy Rifai, S.I.K., M.H., memberikan apresiasi atas kinerja personel Batalyon B Pelopor yang mampu menjalankan tugas dengan profesional dan humanis. Beliau menegaskan bahwa pengamanan ini merupakan bentuk implementasi nyata dari filosofi “Bakti Brimob untuk Masyarakat” dalam mendukung suksesnya penyelenggaraan kompetisi sepak bola nasional di Kalimantan Timur. “Tugas kami adalah memberikan jaminan keamanan bagi pemain, ofisial, dan masyarakat yang hadir. Kami bersyukur koordinasi di lapangan berjalan sangat baik sehingga tensi tinggi di lapangan tidak merembet menjadi gangguan keamanan di tribun,” ujar Kombes Pol. Andy Rifai.
Andy Rifai juga berpesan agar para pecinta sepak bola terus menjunjung tinggi kedamaian di atas rivalitas lapangan. Beliau menekankan bahwa kematangan mental suporter merupakan cermin kemajuan sepak bola Indonesia. “Jadikan stadion sebagai tempat hiburan yang ramah bagi keluarga dan simbol persaudaraan antar-daerah. Kepada seluruh personel, tetap jaga kewaspadaan dan berikan pelayanan terbaik bagi masyarakat hingga tugas berakhir. Teruslah mengabdi untuk keamanan Bumi Etam. Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan,” pungkasnya.
( Alfian )