Balikpapan – jurnalpolisi.id
Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan ibadah umat Nasrani di Kota Balikpapan pada Minggu (15/02/2026) berkat kesiagaan tim patroli Detasemen Gegana Satbrimob Polda Kaltim. Dipimpin oleh Bripka Dedy Supriyadi beserta lima personel lainnya, unit elit ini melaksanakan patroli pengamanan rutin di sejumlah gereja guna menjamin kelancaran ibadah mingguan. Langkah preventif ini dilakukan dengan menyambangi titik-titik konsentrasi massa di rumah ibadah, memastikan bahwa setiap jemaat dapat menjalankan kewajiban religiusnya dengan rasa aman dan nyaman di tengah aktivitas akhir pekan di Kota Beriman.
Dalam rangkaian patroli tersebut, personel Gegana melakukan pemantauan intensif di tiga gereja dengan jumlah jemaat yang cukup signifikan. Pantauan dimulai di Gereja GPIB Syaloom yang dihadiri oleh 200 jemaat, dilanjutkan ke Gereja Santa Martinus dengan kehadiran 400 orang, hingga Gereja Bethany yang menampung kurang lebih 500 jemaat. Berkat koordinasi yang apik antara personel Brimob dan petugas keamanan gereja setempat, seluruh rangkaian prosesi ibadah di ketiga lokasi tersebut terlaksana dengan sangat aman, tertib, dan penuh kedamaian, tanpa adanya gangguan keamanan sekecil apa pun.
Kabagops Satbrimob Polda Kaltim, AKP Nugroho Widihyanto, menyatakan bahwa pengerahan tim Detasemen Gegana merupakan prosedur operasional untuk menjamin hak masyarakat dalam beribadah. “Kami mengedepankan kehadiran personel di lapangan sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan terhadap potensi gangguan kamtibmas. Keamanan rumah ibadah adalah prioritas utama kami, terutama pada hari Minggu, guna memberikan ketenangan bagi warga yang sedang beribadah. Hingga saat ini, situasi di seluruh titik pantauan terpantau sangat kondusif,” jelas AKP Nugroho Widihyanto.
Sejalan dengan hal tersebut, Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol. Andy Rifai, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kegiatan ini adalah manifestasi nyata dari filosofi “Bakti Brimob untuk Masyarakat”. Beliau mengajak seluruh elemen masyarakat di Bumi Etam untuk terus merawat toleransi dan persatuan. “Kebebasan beribadah adalah hal yang harus kita jaga bersama. Kami hadir sebagai perisai bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang perbedaan. Teruslah tebar kedamaian dan jangan mudah terprovokasi oleh isu yang memecah belah. Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan,” pungkas Kombes Pol. Andy Rifai.
( Alfian )