CILACAP – jurnalpolisi.id
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap, menjadi perhatian warga setempat. Sejumlah masyarakat di sekitar lokasi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola Yayasan Darur Rochim (Emilio) melaporkan adanya aliran limbah produksi ke saluran air pemukiman.
Operasional Dapur dan Cakupan Layanan
Dapur SPPG tersebut melayani sekitar 3.000 porsi makanan per hari untuk 24 sekolah, mulai dari tingkat TK hingga SMA di wilayah Desa Bulaksari dan Kecamatan Bantarsari. Program ini merupakan bagian dari kebijakan nasional Makan Bergizi Gratis yang bertujuan meningkatkan asupan gizi peserta didik.
Menurut informasi yang dihimpun di lapangan, dapur telah beroperasi kurang lebih lima bulan.
Keluhan Warga
Beberapa warga menyampaikan bahwa dalam beberapa pekan terakhir, saluran air di sekitar permukiman mereka terlihat mengandung endapan minyak dan lemak. Kondisi tersebut disebut menimbulkan bau tidak sedap, terutama pada siang hingga sore hari.
Salah satu warga yang ditemui pada pekan ini mengatakan, aliran limbah tersebut diduga berasal dari aktivitas dapur produksi makanan karena lokasi saluran terhubung langsung dengan area belakang bangunan dapur.
Warga berharap adanya penanganan agar saluran air kembali bersih dan tidak menimbulkan dampak kesehatan lingkungan.
Kondisi IPAL
Saat dikonfirmasi, perwakilan pengelola melalui mitra operasional bernama Santi membenarkan bahwa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) masih dalam tahap pembangunan.
“Pembuatan IPAL memang menunggu anggaran. Berhubung anggaran belum terkumpul, pembuatannya sempat tertunda,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihak yayasan saat ini tengah berupaya melakukan perbaikan sistem pengelolaan limbah dan telah menggandeng pihak ketiga untuk membantu proses penanganan.
Tanggapan dan Harapan
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari instansi lingkungan hidup setempat terkait hasil pemeriksaan atau uji kualitas air pada saluran tersebut.
Warga berharap pengelola segera menyelesaikan pembangunan IPAL serta melakukan pembersihan saluran air yang terdampak. Mereka juga meminta adanya pengawasan dari instansi terkait guna memastikan operasional dapur berjalan sesuai ketentuan sanitasi dan lingkungan yang berlaku.
Pihak redaksi masih berupaya menghubungi dinas terkait untuk memperoleh keterangan tambahan.
(Tim Investigasi)