Balikpapan Jurnalpolisi id
Perjalanan pembangunan Kota Balikpapan tidak lepas dari peran para pemimpin yang mewarnai arah kebijakan daerah. Dalam dua dekade terakhir, nama H. M. Rizal Effendi dan Andi Burhanuddin Solong menjadi bagian penting dari dinamika kepemimpinan eksekutif dan legislatif yang membentuk wajah kota.
H. M. Rizal Effendi menjabat sebagai Wali Kota Balikpapan selama dua periode, 2011–2021.
Masa kepemimpinannya bertepatan dengan fase transisi penting ketika Balikpapan berkembang dari kota berbasis industri minyak menuju kota jasa sekaligus wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara. Di bawah kepemimpinannya, sejumlah pembenahan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik dilakukan secara bertahap dengan pendekatan yang menekankan stabilitas dan kesinambungan kebijakan.
Gaya kepemimpinan Rizal Effendi dikenal cenderung tenang dan berhati-hati dalam pengambilan keputusan. Pendekatan tersebut dinilai berkontribusi dalam menjaga stabilitas pemerintahan daerah di tengah perubahan ekonomi dan pembangunan kawasan yang berlangsung cepat.
Di sisi lain, peran legislatif pada periode sebelumnya diwarnai kepemimpinan Andi Burhanuddin Solong sebagai Ketua DPRD Kota Balikpapan selama 2004–2014. Ia memimpin lembaga legislatif di masa konsolidasi demokrasi lokal, ketika fungsi pengawasan dan representasi politik daerah mengalami penguatan.
Andi Burhanuddin Solong dikenal sebagai figur yang tegas dalam menyuarakan fungsi kontrol terhadap kebijakan pemerintah daerah. Kepemimpinannya di DPRD menempatkan lembaga legislatif sebagai penyeimbang kekuasaan sekaligus kanal aspirasi masyarakat dalam proses perumusan kebijakan publik.
Meski hadir dalam periode yang berbeda, keduanya merepresentasikan peran strategis eksekutif dan legislatif dalam pembangunan kota.
Sinergi dan keseimbangan antara dua pilar tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga arah pembangunan Balikpapan.
Sejarah kota, pada akhirnya, dibentuk oleh interaksi berbagai aktor dan institusi. Dalam konteks itu, H. M. Rizal Effendi dan Andi Burhanuddin Solong tercatat sebagai bagian dari generasi kepemimpinan yang memberi kontribusi pada fondasi tata kelola Balikpapan modern.
( Alfian )