Wonosobo, jurnalpolisi.id
Masyarakat Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo, dibuat prihatin atas dugaan keracunan yang menimpa ratusan siswa setelah menyantap program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di wilayah Desa Sumberwulan.
Tim media yang mendatangi lokasi SPPG mendapati dapur dalam kondisi tidak beroperasi sejak Senin (tanggal menyesuaikan). Di lokasi, awak media hanya bertemu dengan Kepala Dapur dan petugas keamanan yang berjaga. Berdasarkan keterangan yang diperoleh, operasional SPPG dihentikan sementara hingga waktu yang belum ditentukan.
Penghentian sementara tersebut diperkuat dengan adanya surat pemberitahuan resmi dari pihak SPPG kepada kepala sekolah, yang menyampaikan bahwa mulai Senin dapur belum dapat beroperasi sampai batas waktu yang belum ditentukan.
Sementara itu, saat awak media mengunjungi Puskesmas Selomerto I, salah satu petugas menyampaikan bahwa pada hari tersebut hanya terdapat satu pasien yang dirawat dan telah diperbolehkan pulang.
Namun, pada malam harinya, awak media kembali melakukan penelusuran dan menjenguk salah satu siswa SDN 1 Candi yang sebelumnya dirawat sejak Sabtu malam hingga Senin sore. Berdasarkan konfirmasi di lapangan, siswa berinisial TT, putra dari ET, memang sempat menjalani perawatan di Puskesmas Selomerto I.
Menurut keterangan orang tua korban, pada Sabtu malam selepas Magrib, TT mengeluh sakit perut dan mengalami diare disertai kondisi wajah yang tampak pucat. Khawatir dengan kondisi tersebut, orang tua segera membawa anaknya ke Puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis.
“Setelah diperiksa dan dirawat, kondisi anak saya berangsur membaik dan pada Senin sore sudah diperbolehkan pulang,” ujar orang tua TT.
Selain kasus tersebut, awak media juga memperoleh informasi bahwa sejumlah siswa dari SDN 3 Karangrejo serta beberapa anak TK turut mengalami keluhan serupa, meski sebagian besar kini telah membaik dan menjalani pemulihan secara mandiri.
Beberapa orang tua mengaku prihatin karena hingga saat ini belum ada kunjungan maupun konfirmasi langsung dari pihak penyedia MBG/SPPG terkait kondisi anak-anak yang terdampak.
Menyikapi kejadian ini, masyarakat berharap Badan Gizi Nasional (BGN) maupun koordinator SPPG tingkat kabupaten dan kecamatan segera mengambil langkah tegas dan melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPPG maupun instansi terkait mengenai hasil pemeriksaan sampel makanan atau penyebab pasti dugaan keracunan tersebut.
Pewarta: SS & Tim KJN
Editor: JurnalPolisi News