Lhokseumawe, jurnalpolisi.id
Lapas Kelas IIA Lhokseumawe bersama Kantor Wilayah Direktorat
Jenderal Pemasyarakatan Acehkembali,melaksanakankegiatan bakti sosial peduli bencana,(05,03,2027).
Aceh sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Kegiatan
ini merupakan wujud nyata kehadiran jajaran pemasyarakatan dalam membantu masyarakat
yang sedang menghadapi
masa sulit akibat bencana.
Dalam kegiatan bakti sosial tersebut, Lapas Kelas IIA Lhokseumawe menyalurkan berbagai
bantuan kebutuhan pokok kepada masyarakat terdampak. Bantuan yang diberikan berupa
paket sembako dan kebutuhan dasar lainnya yang diharapkan dapat membantu memenuhi
kebutuhan masyarakat selama masa pemulihan pascabencana. Penyaluran dilakukan di
Desa Bluka Teubai dan Lancang Barat, Kec,Dewantara, Kab. Aceh Utara.
Dengan penyaluran total 210 paket sembako. Turut hadir dalam kegiatan ini sebagai perwakilan
kantor wilayah, Bpk. Yusrizal selaku Kabag TKanwil Ditjenpas Aceh, serta Kalapas Kelas
IIB Lhoksukon. Penyaluran diterima langsung oleh Geuchik, Kapolsek dan tokoh masyarakat
setempat. Begitupun masyarakat yang terdampak turut menunggu dengan antusias.
Mereka mengungkapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh Lapas Kelas
IIA Lhokseumawe dan Kanwil Ditjenpas Aceh di tengah kondisi yang sulit.
Kalapas Kelas lIA Lhokseumawe
menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan
bentuk empati dan tanggung jawab sosial jajaran pemasyarakatan kepada masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian kami kepada masyarakat yang sedang
menghadapi musibah. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan
beban saudara-saudara kita serta memberikan semangat untuk bangkit kembali,” ujar,Kalapas Lhokseumawe.
Kegiatan bakti sosial ini menjadi bagian dari komitmen Lapas Kelas IIA Lhokseumawe
bersama Kanwil Ditjenpas Aceh dalam mendukung aksi kemanusiaan dan memberikan
kontribusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Diharapkan bantuan yang disalurkan
dapat memberikan manfaat serta memperkuat semangat masyarakat dalam menghadapi
masa pemulihan pascabencana.
Zainal