Tulungagung,- jurnalpolisi.id
BPBD Tulungagung tengah berupaya membuka akses jalan utama di Desa Geger, Kecamatan Sendang, yang tertutup material longsor. Pembersihan ditargetkan rampung pada hari ini, Sabtu (4/4/2026).
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tulungagung, Teguh Abianto, mengatakan bencana tanah longsor terjadi pada Jumat (03/04/2026) sore. Akibat kejadian tersebut, akses jalan utama di Desa Geger tertutup total oleh material longsoran.
“Tanah longsor menutup total akses jalan Dusun Ngrejeng menuju Dusun Turi, Desa Geger,” ujarnya.
Pada Sabtu pagi sekitar pukul 09.00 WIB, petugas BPBD Tulungagung bersama instansi terkait dan masyarakat setempat mulai melakukan pembersihan material longsor. Namun, karena volume material cukup tebal, proses evakuasi harus dibantu dengan alat berat.
“Pembersihan kami lakukan dengan alat berat. Sampai siang tadi, progres pembersihan material longsor masih kurang sekitar 40 persen,” terangnya.
Mengingat jalan tersebut merupakan akses utama warga, BPBD Tulungagung menargetkan proses pembersihan dapat diselesaikan hari ini. Meski demikian, pelaksanaan di lapangan tetap mempertimbangkan kondisi cuaca dan faktor keselamatan.
“Proses pembersihan sempat terhenti karena hujan, demi keselamatan dan keamanan bersama,” jelasnya.
Selain di Desa Geger, BPBD Tulungagung juga menangani longsor di dua titik di Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo. Titik tersebut meliputi tebing pembuangan tanah uruk KDKMP serta tembok rumah warga yang jebol akibat tertimpa material longsor.
“Proses pembersihan material juga dilakukan di Desa Kradinan, karena ada rumah warga yang rusak akibat tertimbun longsor,” pungkas Teguh.