Banyuwangi – jurnalpolidi.id
Bermula dari tersebarnya undangan melalui WhatsApp yang tertuju kepada rekan -rekan media di Banyuwangi untuk menghadiri acara “Berbuka Puasa Bersama Kapolresta Banyuwangi”dengan tujuan mempererat tali silaturahmi sekaligus berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadhan dengan insan pers yang bertempat di Blambangan Ballroom lantai G Hotel Kokon pada Selasa,(4/3/2026) akhirnya menuai berbagai polemik dan kritik dari sejumlah awak media.
Pembatasan undangan yang tidak di sebutkan sejak awal.pola komunikasi yang di nilai tebang pilih terkait adanya seleksi undangan,memunculkan pernyataan pro dan kontra dari berbagai pihak awak media yang hadir.
Menurut Joko Pamungkas, salah satu senior insan pers Banyuwangi mengatakan”dengan munculnya berita yang berpotensi menimbulkan stigma negatif di sejumlah media terkait acara silaturahmi dan berbuka puasa bersama Kapolresta Banyuwangi dan insan pers tersebut, artinya ada kekeliruan komunikasi dalam undangan itu.acara yang seharusnya menjadi pondasi keharmonisan antara Polri dan Media yang ada di bumi Blambangan ini terkesan mencederai sebagian media”.
lebih lanjut,Joko mengungkapkan”jika ada batasan undangan atau undangan pilihan, akan lebih baik kalau melalui jalur pribadi. namun faktanya, undangan tersebut bersifat terbuka untuk rekan-rekan media di Banyuwangi.
“Wajar saja jika ada kekecewaan dari sejumlah insan pers yang merasa ada perlakuan tidak setara dengan para awak media yang di anggap Perkumpulan Wartawan Istimewa (PWI)”.(Boby)