Blora – jurnalpolisi.id
Menjelang rencana aksi unjuk rasa petani tebu di Kabupaten Blora pada Kamis, 2 April 2026, beredar berbagai spekulasi terkait kemungkinan kehadiran Bupati Blora, Arief Rohman, untuk menemui massa aksi.
Sejumlah pihak memperkirakan Bupati tidak dapat hadir secara langsung dalam agenda tersebut. Namun demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Blora mengenai kepastian kehadiran ataupun perwakilan yang akan menerima aspirasi para petani.
Sebelumnya, rencana aksi serupa sempat mengalami penundaan pada tahap pertama dan kedua. Penundaan tersebut, menurut informasi yang berkembang di kalangan petani, berkaitan dengan imbauan dari pemerintah daerah agar penyampaian aspirasi dilakukan melalui mekanisme dialog.
Para petani tebu menilai penyampaian aspirasi secara langsung kepada pemerintah daerah merupakan hal penting, khususnya terkait keberlanjutan operasional Pabrik Gula GMM yang dinilai berdampak pada perekonomian petani dan pendapatan daerah.
Salah seorang perwakilan petani, Devi, warga Dukuh Gayam, Desa Kedungwungu, Kecamatan Todanan, berharap pemerintah daerah dapat menerima aspirasi mereka secara terbuka.
“Kami berharap ada kesempatan untuk berdialog langsung agar aspirasi petani dapat didengar,” ujarnya.
Senada dengan itu, Subakir, warga setempat, mengungkapkan pentingnya dukungan pemerintah terhadap keberadaan pabrik gula yang dinilai berpengaruh terhadap kesejahteraan petani tebu.
“Kami berharap ada solusi bersama agar pabrik bisa kembali beroperasi dan memberi manfaat bagi petani,” katanya.
Sementara itu, petani lainnya, Sucipto, menyatakan bahwa aksi yang dilakukan merupakan bentuk upaya menyampaikan aspirasi secara damai. Ia juga menegaskan harapan agar pemerintah dapat merespons tuntutan petani dengan bijak.
Aksi unjuk rasa direncanakan tetap berlangsung sesuai jadwal, dengan pengawalan dari aparat keamanan guna menjaga ketertiban.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kabupaten Blora belum memberikan keterangan resmi terkait rencana penerimaan massa aksi maupun langkah yang akan diambil terkait tuntutan petani tebu.
Djoks