Timika jurnalpolisii.id
Keributan pecah di Jalan Ahmad yani tepat di depan Toko Emas Resky Utama Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (23/2/2026) malam.
Aksi ini di mulai para pendulang emas di depan Toko Emas Resky Utama menuntut emas hasil dulang mereka agar dapat di jual.
Aksi yang melibatkan para pendulang sekaligus penjual emas itu berujung bentrok dengan aparat kepolisian.
Pantauan wartawan di lokasi, sekitar pukul 21.00 WIT, aparat kepolisian tampak berusaha memukul mundur massa dengan tembakan gas air mata.
Asap putih membumbung di sepanjang ruas jalan, sementara warga sekitar memilih menjauh untuk menghindari dampak kericuhan.
Tak tinggal diam, massa pun melakukan perlawanan dengan melemparkan batu ke arah aparat sembari memegang tameng.
Situasi semakin memanas ketika lemparan batu dan teriakan massa bersahut-sahutan di tengah kepungan aparat yang berupaya mengendalikan keadaan.
Informasi yang dihimpun, aksi keributan ini dilakukan oleh para pendulang yang sebelumnya telah melakukan aksi pemalangan di sekitar Toko Emas Resky Utama.
Aksi tersebut dipicu persoalan jual beli emas yang diduga menimbulkan ketegangan antara para pendulang dan pihak toko emas.
Berdasarkan keterangan warga di sekitar lokasi, situasi mulai tidak terkendali saat hari mulai gelap.
“Pas sesudah Magrib itu, jelang buka puasa,mereka mulai serang toko-toko emas. Mereka juga bakar ban,” ujar seorang warga kepada wartawan jurnalpolisi.id, ia mengaku kecewa dengan pihak Toko yang terus menerus mempermainkan harga emas, ia meminta perhatian pemerintah terhadap pihak pihak yang di anggap telah mempermainkan harga emas di Timika.
Pembakaran ban di badan jalan menyebabkan arus lalu lintas sempat terganggu. Sejumlah pemilik toko emas dilaporkan menutup tempat usahanya lebih awal untuk menghindari amukan massa.
Buntut dari situ, aparat meminta massa untuk membubarkan diri. Namun, imbauan tersebut tak diindahkan hingga aparat mengeluarkan tembakan gas air mata untuk memukul mundur massa. Aksi pun berlanjut dengan penyerangan terhadap aparat.
Sekitar pukul 22.10 WIT, massa tampak mulai mundur dan melarikan diri ke dalam lorong Kompleks Biak, jln bougenville hingga belakang Timex.
Aparat kemudian melakukan penyisiran di sejumlah titik guna memastikan situasi kembali kondusif.
Hingga kini, aparat telah mengamankan 3 orang yang di duga terlibat aksi penyerangan untuk di proses. Aparat juga masih siaga berjaga-jaga di lokasi untuk
mengantisipasi potensi aksi lanjutan.
Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait aksi ini. Namun situasi di sekitar Jalan ahmad yani, gorong gorong berangsur kondusif menjelang tengah malam, meski aparat tetap bersiaga penuh.
Penulis : Semuel Eiwury ( jurnalpolisi.id)
Editor : Keklir Makupiola Staf Redaksi jurnalpolisi.id