Samarinda – jurnalpolisi.id
Guna mengawal jalannya penyampaian aspirasi masyarakat secara tertib dan kondusif, satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) personel Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Kaltim dikerahkan untuk melakukan pengamanan aksi unjuk rasa di Mako Polresta Samarinda pada Senin (02/03/2026). Pasukan baret biru yang dilengkapi dengan perlengkapan penuh Kompi Penanggulangan Huru-Hara (PHH) tersebut dipimpin langsung oleh Danyon B Pelopor, Kompol Edy Musdwiyono, S.Sos. Kehadiran personel Brimob ini bertujuan untuk memberikan rasa aman sekaligus memastikan keamanan markas komando dan kelancaran aktivitas di sekitar lokasi aksi yang digelar oleh aliansi Gerakan Rakyat Melawan (GERAM) tetap terjaga.
Sebagai langkah pemantapan strategi pengamanan di lapangan, sebelum personel menempati pos masing-masing, telah dilaksanakan Tactical Floor Game (TFG) yang dipimpin langsung oleh Kapolresta Samarinda, Kombes Pol. Hendri Umar. Dalam simulasi tersebut, ditekankan pentingnya koordinasi antar-satuan dan penempatan personel pada titik-titik krusial guna mencegah terjadinya gesekan yang tidak diinginkan antara petugas dan massa aksi. Kompol Edy Musdwiyono memastikan seluruh jajarannya memahami prosedur standar operasional (SOP) dengan mengedepankan pendekatan humanis namun tetap tegas dalam menjaga ketertiban umum di jantung Kota Samarinda.
Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol. Andy Rifai, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pengerahan personel ini merupakan manifestasi dari filosofi “Bakti Brimob untuk Masyarakat” dalam mengawal proses demokrasi di Kalimantan Timur. Beliau menyampaikan bahwa Polri sepenuhnya menjamin hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. “Tugas utama kami adalah menjadi penengah dan pelindung agar ruang aspirasi ini tetap aman bagi para pengunjuk rasa maupun masyarakat luas. Kami hadir untuk memastikan bahwa dinamika sosial ini tidak mengganggu stabilitas keamanan wilayah,” ujar Kombes Pol. Andy Rifai.
Andy Rifai juga memberikan pesan edukatif kepada para peserta aksi dari aliansi GERAM agar senantiasa menjaga kedamaian dan tidak mudah terprovokasi oleh oknum yang ingin memicu tindakan anarkis. Beliau mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan dialog konstruktif dalam menyuarakan tuntutan demi kemajuan daerah. “Keamanan kota adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga Samarinda agar tetap kondusif sehingga aktivitas ekonomi dan sosial warga tidak terhambat. Mari beraspirasi dengan cerdas dan tertib. Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan,” pungkasnya.