
Meulaboh. Aceh Barat. jurnalpolisi.id
Aksi pengeroyokan oleh sejumlah pemuda terhadap Riski (17) asal Desa Tutut, Kecamatan Sungai Mas, Aceh Barat, terjadi di Desa Kuta Padang. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit karena mengalami pendarahan di bagian hidung.
Riski mengatakan awal persoalan tersebut terjadi, saat dia mengenali salah seorang wanita melalui temannya, kemudian mengajak wanita tersebut ketemu di Jalan Teuku Umar, Aceh Barat.
“Sudah sekian lama menunggu wanita itu tidak datang kami langsung pergi ke Losmen Lisa untuk mengambil charger teman saya,” ujar Riski saat diwawancarai Tim Investigasi Jurnal Polisi News, Rabu 4/11/2026.
Sampai di Losmen, kata Riski, ia berjumpa dengan wanita tersebut seiring memarahi Riski dengan tanpa sebab dengan nada tinggi.
“Saya tanya pada wanita itu kenapa tidak mau keluar, dia marah-marah dengan nada tinggi, kemudian saya langsung pulang ke Losmen Pancer, kemudian saya chat WhatsApp teman saya tadi untuk suruh pulang terus ngapain di situ, lalu saya chat wanita tersebut untuk berhati-hati kalau saya dapati kasus saya suruh tangkap,” ungkap Riski.
Setelah itu, wanita itu screenshot WhatsApp saya dengan wanita tersebut dibagikan kepada laki-laki bernama Abu, kata si Abu apakah mengenal si Abu, dirinya menjawab tidak mengenalnya.
“Saya disuruh lagi pergi ke Losmen Lisa untuk menjumpai laki-laki bernama Abu, saya bilang untuk apa ke situ karena tidak penting lagi saya ke situ, kemudian saya keluar ke salah satu warung kopi di Kuta Padang bersama teman saya yang lain,” sebut Riski.
Kemudian, dalam tiba-tiba dirinya menerima panggilan dari orang yang dikenali di salah satu bengkel di Aceh Barat, dengan mengatakan bahwa ada orang yang ingin mencari dirinya.
“Saat itu saya dijumpakan dengan si Abu dan belasan temannya, tidak jauh dari warkop yang saya ngopi. Pada saat jumpa mereka, saya dipukul di bagian kepala belakang saat menjelaskan dan meminta maaf jika ada salah ucapan saya, mereka langsung memukul saya hingga berdarah, kejadian sekitar Pukul 12.30 WIB 2/11/2026,” jelas Riski.
Setelah kejadian tersebut, temannya yang melerai kejadian tersebut langsung membawa korban ke rumah sakit, seiring menelepon orang tuanya yang berada di Desa Tutut.
“Setelah saya mendengar kejadian tersebut saya, langsung ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh, serta membuat laporan kepolisian atas permukulan dilakukan oleh sekolompok pemuda, lebih kurang 30 orang terhadap anak saya,” ujar Fachruddin (60) merupakan ayah korban kepada Tim Investigasi Jurnal Polisi News, Rabu 4/11/2026.
Fachruddin menyebut, pihaknya melakukan pelaporan kepada pihak kepolisian dengan Nomor LP/B/267/XI/2026/SPKT/POLRES ACEH : BARAT/POLDA ACEH, pada pukul 04.12 WIB, Senin.
“Kita sudah melaporkan kepada pihak kepolisian, saya berharap pihak kepolisian bisa mengusut tuntas kasus pemukulan terhadap anak saya ini,” ungkap Fachruddin.
Dalam surat laporan kepolisian tertulis bahwa terlapor merupakan abang dari wanita tersebut, kemudian setelah kejadian pemukulan tadi, terlapor dan kawan-kawannya sempat meminta maaf dan langsung pergi di lokasi. (*Tengku/JPN)




