
BALIKPAPAN – jurnalpolisi.id
Krisis air bersih di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, kian mengkhawatirkan. Menurunnya debit air baku di Waduk Teritip dan Waduk Manggar berdampak terhadap kapasitas produksi Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB), bahkan berpotensi mengganggu pelayanan terhadap ribuan pelanggan.
Kondisi paling kritis terjadi di Waduk Teritip. Kapasitas produksi air yang sebelumnya mencapai sekitar 200 liter per detik kini merosot menjadi hanya 60 liter per detik. Penurunan tersebut mencapai sekitar 70 persen.
Dampaknya, sekitar 14.000 dari total 19.000 pelanggan PTMB yang bergantung pada pasokan air dari Waduk Teritip terancam mengalami gangguan pelayanan.
Direktur Utama PTMB, Dr. Yudhi Saharuddin, mengatakan kondisi Waduk Teritip saat ini menjadi perhatian serius karena berpotensi berdampak langsung terhadap kebutuhan air bersih masyarakat.
“Yang kritikal hari ini di Waduk Teritip. Dari 19.000 pelanggan, sekitar 14.000 kemungkinan tidak menikmati layanan air,” ujar Yudhi saat memberikan penjelasan di Balai Kota Balikpapan, Senin (2/11/2026).
Menurut Yudhi, wilayah yang berpotensi terdampak paling parah berada di Balikpapan Selatan hingga Balikpapan Timur, terutama kawasan Manggar dan Batakan.
Penurunan debit air juga terjadi di Waduk Manggar. Sumber air baku yang sebelumnya mampu menopang produksi sekitar 900 liter per detik kini mengalami penurunan menjadi sekitar 850 liter per detik.
Apabila kondisi tersebut terus berlanjut, potensi gangguan distribusi air bersih dapat semakin meluas. Pasalnya, kedua waduk tersebut merupakan sumber air baku yang menopang pelayanan sekitar 49.000 sambungan rumah pelanggan PTMB.
PTMB Siagakan Satgas dan 20 Mobil Tangki
Mengantisipasi dampak kekeringan, PTMB mulai menyiapkan langkah penanganan darurat guna memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni membentuk satuan tugas (satgas) yang akan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan untuk membantu penanganan wilayah yang mengalami gangguan pasokan air.
PTMB juga menjajaki kerja sama dengan sejumlah perusahaan yang memiliki sumber air dari sumur dalam. Sumber tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai lokasi pengisian mobil tangki sebelum air didistribusikan kepada masyarakat terdampak.
Sebanyak 20 unit mobil tangki disiagakan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga, khususnya di wilayah yang tidak lagi mendapatkan pasokan optimal melalui jaringan perpipaan.
“Untuk kami di PTMB sudah membentuk satgas yang turun untuk membantu langsung masyarakat,” kata Yudhi.
Petakan Sumber Air Alternatif
Selain menyiapkan penanganan darurat, PTMB juga melakukan pemetaan sumber air alternatif sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kemarau berkepanjangan.
Pemetaan tersebut akan melibatkan BPBD, camat, lurah, hingga ketua RT. Langkah ini dilakukan untuk mengidentifikasi sumber air yang masih dapat dimanfaatkan sekaligus mendata wilayah dan kelompok masyarakat yang paling terdampak krisis air bersih.
“Kita coba melihat lagi sumber alternatif lain bersama BPBD. Kemudian berkoordinasi dengan Pak Lurah, Pak Camat, Pak RT untuk mengidentifikasi masyarakat yang terdampak dan mencari sumber air yang bisa disuplai kepada masyarakat,” ungkap Yudhi.
Kondisi kekeringan saat ini turut dipengaruhi fenomena El Niño yang menyebabkan berkurangnya ketersediaan air baku di sejumlah sumber air, termasuk Waduk Teritip dan Waduk Manggar.
PTMB mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak dan menghemat pemakaian untuk kebutuhan sehari-hari. Warga juga diminta menampung air ketika distribusi masih berlangsung serta memanfaatkan air hujan untuk kebutuhan tertentu yang memungkinkan.
Penurunan kapasitas produksi Waduk Teritip menjadi alarm serius bagi ketahanan air bersih Kota Balikpapan. Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat, optimalisasi distribusi melalui mobil tangki, penemuan sumber air alternatif, serta koordinasi lintas instansi menjadi langkah penting untuk meminimalkan dampak krisis dan menjaga keberlangsungan pelayanan air bersih.
( Alfian )




