
PENAJAM PASER UTARA jurnalpolisi.id
Kapolres Penajam Paser Utara (PPU) AKBP Andreas Alek Danantara, S.I.K., M.M., M.Tr.SOU., mengajak para pelajar untuk menjauhi aksi tawuran, memperkuat persaudaraan, serta menanamkan nilai-nilai disiplin dan toleransi. Pesan tersebut disampaikan saat menjadi Inspektur Upacara di SMK Negeri 2 Penajam Paser Utara (SMKN 2 PPU), Senin (2/11/2026) pagi.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Polisi Peduli Pendidikan yang digagas Polres PPU sebagai upaya membangun karakter generasi muda sekaligus meningkatkan kesadaran pelajar terhadap pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah.
Upacara diikuti oleh para siswa, dewan guru, dan tenaga kependidikan SMKN 2 PPU. Kehadiran Kapolres bersama jajaran pejabat utama dan personel Polres PPU menjadi bentuk kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan serta upaya mempererat hubungan antara kepolisian dan kalangan pelajar.

Dalam amanatnya, Kapolres menekankan agar para pelajar tidak mudah terprovokasi oleh ajakan, ejekan, maupun perselisihan yang dapat memicu aksi tawuran, baik secara langsung maupun melalui media sosial.
Menurutnya, tawuran bukanlah bentuk keberanian, melainkan tindakan yang dapat membawa dampak buruk bagi diri sendiri, keluarga, lingkungan sekolah, hingga masa depan para pelajar.
“Perbedaan sekolah bukan alasan untuk saling bermusuhan. Jadikan perbedaan sebagai kesempatan untuk saling menghormati, mempererat persaudaraan, dan bersama-sama meraih prestasi,” demikian pesan Kapolres dalam amanatnya.
Kapolres juga mengingatkan para siswa agar senantiasa menjaga kedisiplinan dan mampu mengendalikan diri. Ia mengimbau pelajar untuk tidak membawa senjata tajam, menghindari kelompok yang berpotensi melakukan perkelahian, serta tidak merekam maupun menyebarluaskan video tawuran melalui media sosial.
Selain itu, para pelajar diminta berani melaporkan kepada orang tua, wali kelas, guru bimbingan konseling (BK), pihak sekolah, maupun Bhabinkamtibmas apabila mengetahui adanya indikasi atau potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
Kapolres menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban bukan semata-mata menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda.
Dalam kesempatan tersebut, para siswa turut diajak mengamalkan nilai-nilai Pancasila, terutama semangat persatuan, toleransi, persaudaraan, dan sikap saling menghormati. Kapolres mendorong pelajar untuk mengisi masa muda dengan kegiatan positif, seperti belajar dengan tekun, berolahraga, mengembangkan bakat, serta meraih prestasi yang dapat membanggakan orang tua dan sekolah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala SMKN 2 PPU Asfianty Abbas Hasan Yunus, S.T., M.M., serta sejumlah pejabat utama Polres PPU, di antaranya Kabag Ops AKP Aan Suharmanto, S.T., Kabag SDM AKP Adhi Apriliyan Setyawan, S.Sos., Kasat Lantas AKP Dedik I. Prasetyo, S.H., M.H., Kasat Binmas AKP Bambang Purnomo, dan Kasat Samapta AKP Wiji Santosa, bersama personel Polres PPU lainnya.
Melalui program Polisi Peduli Pendidikan, Polres PPU berharap kehadiran Polri di lingkungan sekolah dapat menjadi sarana edukasi, motivasi, sekaligus membangun komunikasi yang positif antara kepolisian dan generasi muda.
Program ini juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif, sehingga para pelajar dapat tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang berkarakter, berprestasi, serta menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dan bebas dari kekerasan.
( Alfian )




