Batam – jurnalpolisi.id
Memasuki satu tahun kepemimpinan Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, dinamika pembangunan Kota Batam menunjukkan arah yang semakin jelas. Sabtu (21/02/2026)
Lakuntara menilai, dalam satu tahun ini terlihat upaya serius membangun fondasi tata kelola pemerintahan yang lebih tegas, responsif, dan berorientasi pada pertumbuhan. Konsolidasi internal pemerintahan, sinyal keberpihakan pada investasi, serta dorongan percepatan pelayanan publik menjadi indikator bahwa roda kepemimpinan berjalan.
“Dalam politik pemerintahan, satu tahun pertama adalah fase menentukan arah. Dan saya melihat Amsakar–Li Claudia tidak berjalan tanpa kompas. Ada positioning yang jelas untuk Batam ke depan,” tegas Lakuntara.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa legitimasi kepemimpinan bukan hanya dibangun dari visi besar, tetapi dari keberanian menyelesaikan persoalan konkret yang dirasakan masyarakat.
Lakuntara menyoroti tiga pekerjaan rumah utama yang tidak boleh diabaikan: banjir di sejumlah titik kota, persoalan sampah yang belum tertangani optimal, serta angka pengangguran yang masih menjadi kegelisahan publik.
“Pertumbuhan investasi harus linear dengan penyerapan tenaga kerja. Jangan sampai Batam tumbuh secara angka, tapi tidak tumbuh dalam kesejahteraan warganya,” ujarnya.
Ia menambahkan, persoalan banjir dan sampah bukan sekadar isu teknis, tetapi soal manajemen kota dan konsistensi eksekusi. Menurutnya, publik saat ini menunggu langkah yang lebih progresif, terukur, dan berdampak langsung.
Lakuntara berharap kepemimpinan tahun kedua menjadi fase akselerasi, bukan hanya melanjutkan program, tetapi melakukan terobosan yang berani dan terukur.
“Kita apresiasi fondasi yang sudah dibangun. Tapi masyarakat menunggu pembuktian yang lebih konkret. Kepemimpinan diuji bukan saat semuanya nyaman, tetapi saat berani menyelesaikan masalah yang paling sulit,” tutupnya.
@abd