Balikpapan jurnalpolisi.id
Pelaksanaan Operasi Keselamatan Mahakam 2026 di wilayah Kalimantan Timur resmi berakhir dengan catatan penurunan angka kecelakaan lalu lintas. Operasi yang berlangsung pada 2–15 Februari 2026 itu dinilai berjalan efektif dalam menekan risiko kecelakaan di jalan raya.
Direktur Lalu Lintas Polda Kalimantan Timur Kombes Pol Yanuari Insan S.I.K. M.Si menyampaikan, selama operasi berlangsung tercatat 10 kejadian kecelakaan. Angka tersebut menurun dibanding periode yang sama pada 2025 yang mencapai 16 kejadian, atau turun enam kasus (38 persen).
“Korban meninggal dunia turun dari lima kasus pada 2025 menjadi dua kasus pada 2026 atau berkurang 60 persen. Korban luka berat turun dari 14 menjadi 10 kasus, dan luka ringan turun dari 11 menjadi tujuh kasus,” ujarnya di Kantor Direktorat Lalu Lintas Polda Kaltim, Senin (15/2/2026).
Menurut Kombespol Yanuari Insan, penurunan angka kecelakaan tidak terlepas dari peningkatan kegiatan preemtif dan preventif selama operasi. Pada aspek preemtif, kepolisian mencatat lebih dari 33 ribu kegiatan penyuluhan, naik 236 persen dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, penyebaran materi keselamatan lalu lintas seperti spanduk, leaflet, dan stiker mencapai lebih dari 47 ribu kegiatan.
Program edukasi juga dilakukan melalui kampanye keselamatan berkendara, sosialisasi di sekolah dan kampus, pembinaan komunitas lalu lintas, hingga penyebaran informasi daerah rawan kecelakaan. Total kegiatan edukasi keselamatan melalui berbagai media mencapai puluhan ribu aktivitas selama operasi berlangsung.
Di sisi preventif,
kegiatan pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli meningkat 68 persen menjadi lebih dari 33 ribu kegiatan. Polisi juga melakukan pemeriksaan acak terhadap pengemudi dan awak angkutan umum, ramp check kendaraan, serta pemetaan titik rawan kecelakaan dan kemacetan.
Selain itu, koordinasi lintas instansi dilakukan untuk penanganan gangguan lingkungan jalan, termasuk pasar tumpah, parkir liar, dan rekayasa lalu lintas menjelang persiapan Operasi Ketupat 2026.
Dalam aspek penegakan hukum, Direktorat Lalu Lintas bersama jajaran polres melakukan 1.488 penindakan tilang dan 7.078 teguran kepada pelanggar lalu lintas.
Polda Kaltim menegaskan keberhasilan operasi ini menjadi dasar penguatan program keselamatan berlalu lintas ke depan.
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin, mematuhi aturan, dan mengutamakan keselamatan sebagai kebutuhan bersama di jalan raya.
( Alfian )