Balikpapan – jurnalpolisi.id
Stadion kembali bergemuruh dalam lanjutan kompetisi Liga 2 musim 2025/2026 yang mempertemukan tuan rumah Persiba Balikpapan melawan Persiku Kudus pada Minggu (15/02/2026).
Guna memastikan tensi tinggi di lapangan tidak berujung pada gangguan keamanan, satu SST personel Batalyon A Pelopor Balikpapan dikerahkan untuk melakukan pengamanan ketat.
Di bawah pimpinan Ipda Sukisman, pasukan elit ini disiagakan di titik-titik krusial stadion untuk mengawal jalannya pertandingan agar para suporter dan pemain dapat menikmati atmosfer sepak bola dengan aman dan nyaman.
Dalam pengamanan kali ini, personel yang diturunkan memiliki kualifikasi khusus kemampuan anti-anarkis guna mengantisipasi segala bentuk gesekan antar-kelompok maupun potensi kericuhan.
Selain pengerahan pasukan darat, satu unit kendaraan taktis (rantis) juga disiagakan di area perimeter stadion sebagai bentuk kesiapsiagaan respons cepat. Ipda Sukisman menegaskan bahwa kehadiran Brimob di tengah laga ini bukan untuk memberikan rasa takut, melainkan untuk memberikan jaminan keamanan sehingga sportivitas tetap menjadi prioritas utama di atas rivalitas lapangan hijau.
Dansat Brimob Polda Kaltim Kombes Pol. Andy Rifai, SIK, MH melalui Danyon A Pelopor Kompol Iwan Pamuji, SH, MH menjelaskan bahwa, pola pengamanan kali ini mengedepankan pendekatan preventif namun tetap tegas jika terjadi pelanggaran hukum.
“Fokus kami adalah memastikan seluruh rangkaian pertandingan dari awal hingga selesai penonton berjalan tertib. Penempatan personel anti-anarkis dan rantis merupakan langkah antisipasi standar untuk menjamin stabilitas di area stadion yang padat massa. Kami ingin memastikan sepak bola menjadi hiburan yang sehat bagi warga Balikpapan,” ujarnya.
Dihimbau agar para suporter menjaga nama baik daerah dengan menunjukkan kedewasaan dalam mendukung tim kesayangan.
“Jadikan stadion sebagai simbol persaudaraan dan sportivitas. Kami hadir untuk melindungi kegembiraan masyarakat. Tetap tertib, patuhi arahan petugas, dan mari kita jaga keamanan bersama. Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan,” pungkasnya.
( Alfian )