Balikpapan jurnalpolisi.id
Polres Balikpapan menghadiri peresmian dan peletakan batu pertama pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di kompleks Pesantren Hidayatullah, Jalan Mulawarman, Kelurahan Tritip, Balikpapan Timur, Jumat (13/2/2026).
Program ini menjadi bagian dari kegiatan nasional yang dilaksanakan serentak.
Kapolres Balikpapan Kombes Pol Jerrold H.Y. Kumontoy, S.I.K., M.Si., mengatakan groundbreaking tersebut merupakan tindak lanjut program pemerintah pusat yang digelar bersamaan dengan pelaksanaan di Jakarta oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan groundbreaking SPPG di Ponpes Hidayatullah Balikpapan Timur. Ini kegiatan serentak secara nasional. Artinya pembangunan sudah dimulai dan masuk tahapan menuju operasional sesuai timeline yang ditetapkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, fasilitas tersebut diproyeksikan melayani sekitar 2.500 penerima manfaat di lingkungan pesantren dan sekitarnya, mencakup pelajar tingkat SD hingga SMA, serta ibu hamil dan menyusui. Luas bangunan SPPG direncanakan sekitar 400 meter persegi dengan standar teknis mengacu pada pedoman Badan Gizi Nasional.
Menurut Kumontoy, koordinasi lintas instansi terus dilakukan agar fasilitas dapat segera berfungsi optimal. “Tujuan utama kita adalah memastikan layanan ini cepat operasional sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” katanya.
Pimpinan Yayasan Pesantren Hidayatullah Balikpapan, Dr. KH Afan AU, M.Pd., menyambut baik pembangunan SPPG tersebut. Ia menilai keberadaan fasilitas gizi di lingkungan pesantren akan menjamin distribusi makanan tetap segar karena jarak layanan yang dekat dengan penerima manfaat.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas program ini. Tempat ini memang kami wakafkan untuk kepentingan umat. Semoga membawa manfaat luas bagi anak-anak kami,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Dra. Alwiati, Apt., mengatakan pihaknya akan terus mengawal standar kelayakan gizi dan keamanan pangan SPPG melalui kolaborasi dengan Badan Gizi Nasional, kepolisian, dan pihak pesantren.
“SPPG ini mendekatkan akses anak-anak pesantren terhadap makanan bergizi. Kami akan memastikan makanan yang diproduksi memenuhi standar kesehatan dan layak konsumsi,” katanya.
Ia menambahkan, saat ini Balikpapan telah memiliki 23 SPPG dari target 63 unit. Tantangan utama pembangunan adalah keterbatasan lahan di wilayah perkotaan yang padat. Namun, dukungan pihak swasta dinilai membantu percepatan program melalui kolaborasi multipihak.
“Peran SPPG sangat mulia. Kualitas gizi dan keamanan makanan harus dijaga agar anak-anak kita mendapatkan asupan terbaik,” ujarnya.
Pembangunan SPPG di Pesantren Hidayatullah diharapkan memperkuat jaringan layanan gizi di Balikpapan sekaligus mendukung program nasional peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
( Alfian )