KUTAI KARTANEGARA – jurnalpolisi.id
Sebuah kapal taksi penumpang rute Samarinda–Long Bagun, KM Dahliya F3, tenggelam di perairan Sungai Mahakam tepatnya di alur Ulak Besar, Desa Rantau Hempang, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 16.00 Wita.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh penumpang bersama nahkoda dan anak buah kapal (ABK) berhasil dievakuasi dengan selamat.
Kapal yang diproduksi pada 2005 itu diketahui mengangkut sembako sekitar 15 ton, enam unit sepeda motor, serta puluhan penumpang. Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, jumlah orang di kapal mencapai 52 orang, terdiri dari nahkoda, 10 ABK, dan 42 penumpang. Jumlah ini melebihi data manifes awal yang tercatat sebanyak 42 orang.
Menurut keterangan awak kapal, insiden terjadi saat kapal melintas di kawasan arus deras Ulak Besar. Diduga terjadi pergeseran titik berat akibat muatan berlebih dan tidak seimbang sehingga kapal berputar, oleng ke kanan, lalu kemasukan air sebelum akhirnya tenggelam.
Kapolsek Muara Kaman IPTU Gede Wijaya mengatakan seluruh penumpang telah berhasil diselamatkan dan dievakuasi ke Muara Kaman. Sebagian penumpang untuk sementara ditampung di rumah dinas camat setempat.
“Ada empat penumpang yang sempat mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Muara Kaman. Tiga mengalami syok dan satu dalam kondisi kedinginan. Saat ini kondisi mereka sudah tertangani,” ujarnya.
Kerugian material akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar, meliputi kapal, mesin, muatan sembako, dan kendaraan yang ikut tenggelam.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa saksi-saksi, serta mengamankan nahkoda dan ABK untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Aparat juga berkoordinasi dengan Ditpolairud Polda Kaltim untuk pengamanan jalur pelayaran di sekitar lokasi kejadian.
Penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk dugaan kelebihan kapasitas muatan kapal.
( Alfian )