
BITUNG — jurnalpolisi.id
Transformasi pendidikan di era digital terus didorong. SMK Negeri 2 Bitung menjadi salah satu sekolah model dalam implementasi Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA).
Kegiatan pendampingan yang berlangsung di SMK Negeri 2 Bitung, Selasa (11/8/2026), ini diikuti sebanyak 40 guru. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala SMK Negeri 2 Bitung, Meriyati Taengetan, S.Pd., M.Pd.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Fasilitator Nasional Maoly, S.Pd., M.M., bersama Pengawas Bina Freddy Petrus Lomboan, S.Pd.
Pendampingan ini menjadi momentum penting bagi para tenaga pendidik untuk memperkuat pemahaman sekaligus mempersiapkan penerapan pembelajaran yang lebih mendalam, kreatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Suasana kegiatan berlangsung dinamis. Para guru tidak hanya menerima materi, tetapi juga aktif terlibat dalam berbagai diskusi bersama fasilitator. Beragam pengalaman, tantangan dan gagasan terkait penerapan Pembelajaran Mendalam, Koding serta Kecerdasan Artifisial dibahas secara terbuka.
Interaksi antara fasilitator dan peserta menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Melalui diskusi dan kolaborasi, para guru didorong untuk menemukan strategi pembelajaran yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan peserta didik dan perkembangan dunia pendidikan saat ini.
“Kegiatan ini menjadi ruang bagi guru untuk saling berbagi pengalaman dan memperkuat pemahaman dalam mengimplementasikan pembelajaran mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial,” demikian semangat yang mengemuka dalam kegiatan pendampingan tersebut.
Implementasi Pembelajaran Mendalam dan KKA diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pendampingan semata. Hasil diskusi dan pembelajaran selama kegiatan diharapkan dapat diterapkan dalam proses belajar mengajar sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan di SMKN 2 Bitung.
Dengan keterlibatan 40 guru, kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen SMKN 2 Bitung untuk terus beradaptasi dengan perubahan zaman dan menyiapkan peserta didik yang tidak hanya memiliki kompetensi sesuai bidang keahlian, tetapi juga mampu menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.
Pendampingan ini menjadi salah satu langkah SMKN 2 Bitung untuk membangun ekosistem pembelajaran yang lebih inovatif, kolaboratif dan relevan dengan tantangan pendidikan di era kecerdasan artifisial.(Samiun Manope)




