
TROL, Tulungagung — jurnalpolisi.id
Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Produk Unggulan Kabupaten Tulungagung Tahun 2026 resmi berakhir setelah berlangsung selama tiga hari, 6–8 Agustus 2026. Menghadirkan 43 stan dari berbagai unsur pelaku pangan, kegiatan di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Tulungagung itu berlangsung meriah sekaligus mendapat antusiasme masyarakat.
GPM digelar sebagai salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, menekan dampak inflasi, serta memberikan akses kepada masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pangan berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.
Sebanyak 43 stan ambil bagian dalam bazar tersebut. Pesertanya berasal dari kelompok tani (Poktan), gabungan kelompok tani (Gapoktan), peternak, Perum Bulog Cabang Tulungagung, PG Modjopangoong, perangkat daerah terkait, pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM), Usaha Kecil dan Menengah (UKM), hingga pelaku usaha di bidang pangan.
Partisipasi juga datang dari 19 kecamatan se-Kabupaten Tulungagung. Kehadiran berbagai unsur tersebut membuat produk yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari bahan pangan pokok hingga aneka produk pangan olahan dan produk unggulan daerah.
Selain memberikan kemudahan masyarakat dalam memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau, kegiatan ini sekaligus menjadi ruang promosi bagi petani, pelaku UMKM dan IKM, serta produsen pangan lokal untuk memperluas pasar.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Tulungagung, Sony Welli Ahmadi, S.STP., MM, saat memberikan sambutan penutupan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan.
Sony mengatakan, GPM dan Produk Unggulan Kabupaten Tulungagung Tahun 2026 secara keseluruhan telah berjalan aman, lancar, dan tertib.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tulungagung, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah dan Produk Unggulan Kabupaten Tulungagung,” kata Sony.
Menurutnya, keberhasilan kegiatan tersebut merupakan hasil dari kolaborasi antara pemerintah daerah, jajaran kecamatan, Perum Bulog, sektor swasta, pelaku UMKM dan IKM, serta berbagai pihak lainnya.
Sejumlah pihak yang turut mendapat apresiasi di antaranya Perum Bulog Cabang Tulungagung, PG Mojopanggung, PT NU Erpan, pemerintah kecamatan, serta para pelaku UMKM dan IKM yang ikut menyediakan produk dalam bazar.
“Sinergi seperti ini sangat penting, tidak hanya untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, tetapi juga untuk menggerakkan perekonomian masyarakat dan memperkenalkan produk unggulan Kabupaten Tulungagung,” ujarnya.
Suasana penutupan juga diwarnai apresiasi terhadap kreativitas anak-anak. Sony secara khusus menyampaikan ucapan selamat kepada murid-murid TK Dharma Wanita 1 Wonorejo, Kecamatan Sumbergempol, yang berhasil memperoleh predikat terbaik dalam lomba mewarnai yang digelar sebagai bagian dari rangkaian kegiatan GPM.
“Selamat dan sukses kepada anak-anak TK Dharma Wanita 1 Wonorejo Kecamatan Sumbergempol yang telah berhasil memperoleh predikat terbaik dalam lomba mewarnai. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berkarya dan mengembangkan kreativitas,” tuturnya.
Menurut Sony, keterlibatan anak-anak dalam kegiatan tersebut menjadi warna tersendiri dalam pelaksanaan GPM. Tidak hanya berorientasi pada transaksi pangan, kegiatan juga menjadi ruang interaksi dan partisipasi masyarakat dari berbagai kalangan.
Meski pelaksanaan GPM dinilai sukses, DKP Tulungagung memastikan evaluasi tetap dilakukan. Evaluasi mencakup penyelenggaraan kegiatan maupun cakupan dan keragaman produk yang ditampilkan.
Sony menegaskan, evaluasi diperlukan agar pelaksanaan kegiatan serupa pada masa mendatang dapat berjalan lebih baik dan memberikan manfaat yang semakin luas.
“Yang sudah baik akan kami pertahankan, sementara yang masih perlu diperbaiki akan kami tingkatkan. Harapannya, penyelenggaraan GPM berikutnya bisa memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan semakin mendorong perekonomian Kabupaten Tulungagung,” tegasnya.
Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, GPM dan Produk Unggulan Kabupaten Tulungagung diharapkan tidak berhenti sebatas kegiatan bazar. Lebih jauh, program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah, menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi petani, peternak, UMKM, IKM, dan pelaku usaha pangan lokal.
Tiga hari pelaksanaan GPM pun menjadi momentum untuk mempertemukan kepentingan masyarakat sebagai konsumen dengan para produsen pangan lokal, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menjaga ketahanan pangan dan menggerakkan ekonomi daerah.(Hari jpn)




