
Blora,jurnalpolisi.id
Ribuan warga Desa Buloh, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, mulai merasakan dampak musim kemarau yang memicu krisis air bersih. Menyikapi kondisi tersebut, Anggota DPRD Blora Fraksi PKB, Jamhuri, bergerak cepat (gercep) dengan menyalurkan 14 tangki air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Bantuan air bersih itu didistribusikan secara bertahap ke lima dukuh terdampak, yakni Dukuh Cowekan, Dawung, Grogolan, Buloh, dan Kalimongo. Desa Buloh yang dihuni lebih dari 3.500 jiwa menjadi salah satu wilayah yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat sejumlah sumber mata air mulai mengering.
Jamhuri mengatakan, penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk respons cepat atas aspirasi masyarakat yang mengeluhkan sulitnya mendapatkan air bersih. Menurutnya, kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus segera dipenuhi agar aktivitas dan kesehatan warga tetap terjaga.
“Kami bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat. Semoga bantuan 14 tangki air bersih ini dapat meringankan beban warga yang sedang menghadapi krisis air bersih,” kata Jamhuri.
Politikus PKB dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV Blora itu menegaskan akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan siap berkoordinasi dengan pemerintah daerah maupun instansi terkait apabila kebutuhan air bersih masyarakat masih terus meningkat selama musim kemarau.
Warga menyambut baik bantuan tersebut. Mereka mengaku sangat terbantu dengan hadirnya pasokan air bersih yang menjadi kebutuhan paling mendesak. Masyarakat berharap distribusi bantuan dapat terus berlanjut hingga musim kemarau berakhir dan sumber-sumber air kembali normal.
(Yanto)




