
Luwu – jurnalpolisi.id
Suasana penuh kehangatan dan haru menyelimuti kegiatan ramah tamah sekaligus pembubaran panitia One Day Trail Adventure Jelajah Alam Luwu (Jejal) Trabhara Part 2 yang digelar di kawasan Wisata Alam Wai Tiddo, Desa Bukit Harapan, Kecamatan Bua, Jumat (24/7/2026).
Kegiatan yang menjadi penutup rangkaian event dalam memperingati Hari Bhayangkara ke-80 itu bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum apresiasi atas dedikasi seluruh panitia dan relawan yang telah bekerja tanpa lelah menyukseskan kegiatan berskala nasional tersebut.
Hadir dalam kesempatan itu Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, S.H., jajaran Forkopimda, pejabat utama Polres Luwu, komunitas BHALTAC (Bhayangkara Luwu Adventure Club), serta seluruh panitia dan relawan yang terlibat sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Luwu menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Luwu AKBP Adnan Pandibu, S.H., S.I.K. beserta seluruh jajaran Polres Luwu dan panitia atas keberhasilan menyelenggarakan Jejal Trabhara Part 2 yang dinilai memberi dampak positif tidak hanya bagi dunia olahraga otomotif, tetapi juga terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah mampu menggerakkan roda perekonomian lokal, mulai dari pelaku UMKM, sektor kuliner, jasa transportasi hingga tingkat hunian penginapan di Kabupaten Luwu.
“Kegiatan seperti ini menjadi contoh kolaborasi yang luar biasa. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, juga memberikan multiplier effect terhadap perekonomian daerah. Pemerintah Kabupaten Luwu tentu berharap kegiatan-kegiatan positif seperti ini dapat terus berlanjut,” ujar Dhevy.
Namun, momen paling berkesan terjadi saat Kapolres Luwu, AKBP Adnan Pandibu, S.H., S.I.K., menyampaikan sambutannya. Di hadapan seluruh tamu undangan, ia mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih menjelang berakhirnya masa pengabdiannya sebagai Kapolres Luwu sebelum melaksanakan serah terima jabatan.
Dengan penuh ketulusan, AKBP Adnan tidak hanya menyampaikan ucapan terima kasih secara umum, tetapi juga menyebut satu per satu nama personel Polres Luwu, panitia, pengurus BHALTAC (Bhayangkara Luwu Adventure Club), hingga masyarakat yang terlibat dalam menyukseskan Jejal Trabhara Part 2. Tak satu pun nama yang terlewat ataupun keliru.
Suasana seketika berubah haru. Tepuk tangan bergemuruh beberapa kali mengiringi setiap nama yang disebutkan. Bagi banyak orang, momen tersebut menjadi bukti nyata bahwa seorang pemimpin tidak hanya mampu mengarahkan, tetapi juga mengenal, menghargai, dan mengingat setiap pengabdian bawahannya, sekecil apa pun peran yang diberikan.
“Komunitas sebesar ini tidak mungkin bisa berjalan sendiri. Semua yang hadir di sini memiliki kontribusi. Saya bangga pernah menjadi bagian dari keluarga besar ini. Terima kasih kepada seluruh panitia, personel Polres Luwu, rekan-rekan BHALTAC, sponsor, serta masyarakat yang selama ini bersama-sama membangun kegiatan ini hingga sukses,” ungkap AKBP Adnan disambut tepuk tangan para hadirin.
Kapolres juga mengenang perjalanan BHALTAC yang bersama Polres Luwu mampu menghadirkan dua event trail adventure berskala besar dalam waktu kurang dari satu tahun. Menurutnya, keberhasilan tersebut lahir dari kekompakan, loyalitas, dan semangat gotong royong seluruh pihak.
“Yang dibangun bukan hanya sebuah event, tetapi sebuah keluarga. Kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama sehingga dua event besar dapat terlaksana dengan aman, tertib, dan sukses,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, AKBP Adnan berharap tali silaturahmi yang telah terjalin tetap terjaga meski dirinya akan mengemban amanah di tempat tugas yang baru. Ia juga mendoakan seluruh panitia, personel, komunitas trail, dan masyarakat agar senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, serta keberkahan dalam setiap pengabdian.
Ramah tamah tersebut menjadi penutup manis perjalanan One Day Trail Adventure Jelajah Alam Luwu (Jejal) Trabhara Part 2, sekaligus meninggalkan kesan mendalam tentang makna kepemimpinan yang humanis.
Bukan hanya berhasil menghadirkan event yang berdampak bagi masyarakat, tetapi juga menunjukkan bahwa penghargaan kepada setiap individu merupakan fondasi utama dalam membangun soliditas organisasi dan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
(Amir jpn)




