
BANDUNG – jurnalpolisi.id
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Kredit Program Perumahan (KPP) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) Wilayah Bandung yang digelar pada Rabu (15/7/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi pembiayaan perumahan dan pemberdayaan ekonomi rakyat yang melibatkan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), serta BRI. Sinergi tersebut bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Direktur Consumer Banking BRI, Aris Hartanto, mengatakan BRI berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyukseskan Program 3 Juta Rumah melalui penyaluran pembiayaan yang semakin luas dan tepat sasaran.
Menurut Aris, kebutuhan perumahan nasional tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja, melainkan memerlukan kolaborasi antara pemerintah, lembaga pembiayaan, dan sektor perbankan.
“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat Bandung terhadap Kredit Program Perumahan sangat besar. Hingga 15 Juli 2026, BRI telah menyalurkan KPP sebesar Rp408 miliar kepada 2.109 debitur. Hal ini menunjukkan pemerataan akses pembiayaan yang semakin baik bagi masyarakat,” ujar Aris.
Capaian di wilayah Bandung tersebut turut berkontribusi terhadap kinerja nasional BRI di sektor pembiayaan perumahan. Hingga 12 Juli 2026, total penyaluran KPP BRI secara nasional telah mencapai Rp10,64 triliun.
Aris menjelaskan, pembiayaan sektor perumahan tidak hanya membantu masyarakat memiliki rumah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas. Aktivitas pembangunan perumahan mampu menggerakkan berbagai sektor pendukung, mulai dari industri bahan bangunan, jasa konstruksi, transportasi, hingga menciptakan lapangan kerja.
“Ekosistem perumahan bukan hanya soal menyediakan rumah yang layak. Di dalamnya terdapat upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat secara inklusif karena mampu menggerakkan berbagai sektor usaha di daerah,” jelasnya.
Sebagai bank yang memiliki fokus pada pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), BRI menilai dukungan terhadap pembiayaan perumahan sejalan dengan misi perusahaan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, memberikan apresiasi atas kinerja BRI dalam menyalurkan pembiayaan perumahan bersubsidi.
Menurutnya, tingginya serapan Kredit Program Perumahan menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap rumah layak masih sangat besar. Karena itu, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menambah alokasi pembiayaan perumahan sebesar Rp16 triliun, sehingga total anggaran meningkat dari Rp34 triliun menjadi Rp50 triliun pada tahun 2026.
Maruarar juga mengapresiasi kebijakan BRI yang dinilai menghadirkan skema pembiayaan dengan bunga yang terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Ia berharap sinergi pemerintah dengan BRI terus diperkuat, termasuk melalui pemanfaatan aset BUMN untuk pembangunan hunian vertikal di kawasan perkotaan sebagai solusi atas tingginya kebutuhan rumah di Indonesia.
Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah bersama BRI optimistis Program 3 Juta Rumah dapat berjalan lebih efektif, sekaligus mendorong pemerataan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
(Tanjung Hamirzen)




