
Merangin, jurnalpolisi.id
Seorang pasien berinisial R menyampaikan keluhan terkait ketersediaan perlengkapan medis di Puskesmas Tambang Emas, Kecamatan Pamenang Selatan, Kabupaten Merangin. Keluhan tersebut disampaikan setelah pasien menjalani pemeriksaan di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) pada Rabu (1/7/2026) dini hari.
Pasien R datang ke UGD sekitar pukul 01.30 WIB dengan kondisi badan terasa lemas dan mengalami keluhan sakit kepala. Setibanya di ruang pelayanan, pasien mengaku langsung mendapatkan penanganan dari tiga petugas perawat yang sedang bertugas malam itu.
Menurut keterangan pasien, para perawat menyambut dan melakukan pemeriksaan awal dengan menanyakan keluhan serta kondisi yang dirasakan. Selanjutnya, petugas menyiapkan tindakan pemasangan infus.
Namun, dalam proses pelayanan tersebut, pasien mendapat informasi bahwa persediaan jarum infus ukuran kecil sedang tidak tersedia.
“Maaf, Bu, jarum infus yang kecil habis. Yang tersedia hanya ukuran besar,” ujar salah seorang perawat kepada pasien.

Petugas juga menjelaskan bahwa penggunaan ukuran jarum infus perlu disesuaikan dengan kondisi pembuluh darah pasien agar tindakan medis dapat dilakukan dengan tepat.
Pasien kemudian menanyakan ketersediaan stok jarum infus ukuran kecil. Namun, menurut keterangan yang diterima pasien, persediaan tersebut sedang kosong sehingga pasien diberikan pilihan untuk menunggu atau mencari pelayanan kesehatan alternatif.
“Kalau sudah malam biasanya menunggu besok pagi, atau bisa ke klinik lain, karena stok yang ada hanya ukuran besar,” ungkap pasien R menirukan penjelasan petugas.
Atas kejadian tersebut, pasien berharap ketersediaan perlengkapan medis di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama dapat menjadi perhatian, terutama untuk memastikan kebutuhan pasien dalam kondisi darurat dapat terpenuhi.
Masyarakat juga berharap Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin dapat melakukan evaluasi dan memastikan distribusi kebutuhan medis di setiap puskesmas berjalan dengan baik.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Puskesmas Tambang Emas maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut. Media ini tetap membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pihak terkait.
(Dedi)




