
Batanghari Jurnalpolisi.id
Suasana penuh haru dan rasa syukur mewarnai penyambutan jamaah haji asal Kabupaten Batang Hari yang baru kembali dari Tanah Suci Mekkah. Acara penyambutan digelar di halaman Rumah Dinas Bupati Batang Hari, Sabtu (27/6/2026), sebagai bentuk penghormatan sekaligus ungkapan kebahagiaan atas kepulangan para tamu Allah.
Penyambutan berlangsung khidmat dan dipimpin langsung oleh Bupati Batang Hari, Muhammad Fadhil Arief, didampingi Wakil Bupati, Ketua DPRD, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Hadir pula Sekretaris Daerah, staf ahli, para asisten, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Kantor Penyelenggara Haji dan Umrah, Kepala Kantor Kementerian Agama, Ketua TP-PKK, Ketua MUI, perwakilan Lembaga Adat Daerah (LAD), BAZNAS, para camat, tokoh agama, alim ulama, dan tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, perwakilan jamaah haji menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Batang Hari atas sambutan hangat yang diberikan serta pelayanan selama proses penyelenggaraan ibadah haji.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Batang Hari, khususnya Bapak Bupati, yang telah menyambut kedatangan kami dengan penuh kehangatan. Kami juga mengapresiasi panitia haji yang telah bekerja dengan sangat baik mulai dari persiapan keberangkatan, selama berada di Tanah Suci hingga kepulangan ke tanah air,” ujarnya.
Menurutnya, pelayanan yang diberikan panitia membuat seluruh jamaah merasa aman, nyaman, dan lebih fokus menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Sementara itu, Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh jamaah haji yang telah menunaikan rukun Islam kelima.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Batang Hari dan seluruh masyarakat, saya mengucapkan selamat datang kembali di Bumi Serentak Bak Regam. Ahlan wa Sahlan, selamat berkumpul kembali bersama keluarga tercinta,” ucap Fadhil Arief.
Ia menegaskan bahwa ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan fisik, mental, serta pengorbanan materi. Menurutnya, keberhasilan menunaikan ibadah haji merupakan nikmat besar yang patut disyukuri.
“Ibadah haji bukan perjalanan biasa. Dibutuhkan kesiapan fisik dan mental, terlebih harus menghadapi kondisi cuaca yang kerap ekstrem di Tanah Suci. Karena itu, kesempatan menyempurnakan rukun Islam kelima adalah anugerah luar biasa dari Allah SWT,” katanya.
Fadhil Arief juga mengingatkan bahwa gelar Haji dan Hajjah yang kini disandang para jamaah bukan sekadar tambahan di depan nama, tetapi merupakan amanah untuk terus menjaga akhlak dan meningkatkan ketakwaan.
“Semoga Bapak dan Ibu menjadi haji yang mabrur dan hajjah yang mabrurah, yakni ibadahnya diterima Allah SWT dan tercermin dalam perilaku sehari-hari. Jadikan gelar ini sebagai motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih sabar, jujur, rendah hati, serta mampu menjadi teladan di tengah keluarga maupun masyarakat,” pesannya.
Penyambutan jamaah haji tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi simbol kepedulian pemerintah daerah terhadap warganya yang telah menunaikan ibadah suci. Pemerintah berharap seluruh jamaah dapat membawa pulang nilai-nilai spiritual dan pengalaman berharga dari Tanah Suci untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga mampu memberikan kontribusi positif bagi keharmonisan dan kemajuan Kabupaten Batang Hari. (JPN)




