BALIKPAPAN – jurnalpolisi.id
Auditorium Balai Kota Balikpapan menjadi saksi pertemuan penting antara elemen mahasiswa, pemerintah daerah, dan instansi vertikal pada Kamis (18/6/2026) sore.
Sebanyak kurang lebih 110 peserta yang tergabung dalam Aliansi Balikpapan Bergerak (BARAK) menggelar dialog terbuka guna mengawal sejumlah isu strategis kota mulai dari kelangkaan BBM, infrastruktur, hingga sektor pendidikan.

Audiensi yang berlangsung sejak pukul 15.09 WITA ini dihadiri langsung oleh jajaran Forkopimda tingkat tinggi. Di antaranya Walikota Balikpapan Dr. H. Rahmad Mas’ud, SE., ME, Ketua DPRD Balikpapan H. Alwi Al Qadri, SP, Dandim 0905/Bpp Kolonel Inf Denny Salurerung, serta Kapolresta Balikpapan Kombes Pol. Jerrold H.Y. Kumontoy. Hadir pula perwakilan manajemen PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan serta puluhan pimpinan kelembagaan mahasiswa seperti HMI, PMII, GMNI, GMKI, dan BEM dari berbagai universitas di Balikpapan.
Pertemuan maraton ini menghasilkan 9 poin kesepakatan dan komitmen bersama sebagai jalan keluar atas aspirasi yang mandek.

Respons Cepat Kuota Pertalite dan Regulasi Kendaraan Berat
Menjawab keluhan masyarakat terkait antrean panjang bahan bakar, pihak PT Pertamina Patra Niaga mengonfirmasi adanya langkah taktis berupa penambahan penyaluran Pertalite harian di Balikpapan dari rata-rata 141 Kilo Liter (KL) menjadi 175 KL per hari. Guna memastikan pasokan baru ini tidak diselewengkan, Pemerintah Kota (Pemkot) BALIKPAPAN segera membentuk Satgas Pengawasan BBM Bersubsidi.
Isu keselamatan jalan raya juga menjadi sorotan tajam mahasiswa menyusul maraknya truk overkapasitas yang parkir liar. Pemkot Balikpapan menegaskan saat ini tengah menggodok Peraturan Wali Kota (Perwali) sebagai aturan turunan dari Perda Nomor 7 Tahun 2022.

Regulasi ini nantinya akan memberikan sanksi tegas serta mengikat terhadap pelanggaran jam operasional truk kontainer dan kendaraan berat di jalur protokol.
Komitmen Infrastruktur, Guru, hingga RS Sayang Ibu
Selain masalah mobilitas, dialog juga membedah sektor pelayanan dasar publik:
Penerangan Jalan: Pemkot berkomitmen mempercepat perbaikan dan penambahan Penerangan Jalan Umum (PJU), khususnya memprioritaskan kawasan rawan dan gelap di lingkar KM 8 hingga KM 15.
Pendidikan & Program Gratispol: Menanggapi desakan evaluasi jaminan pendidikan, Pemkot berjanji menyempurnakan alur pencairan dana jaminan sekolah bersama Pemprov. Sementara untuk mengatasi darurat kekurangan guru, skema jangka pendek melalui rekrutmen Pegawai Jasa Lainnya Orang Perseorangan (PJLP) terus digenjot sembari mengajukan formasi ASN ke tingkat pusat.
Kesehatan & Lingkungan: Proyek pembangunan RS Sayang Ibu di Balikpapan Barat dipastikan kembali berjalan pada tahun 2027 dengan janji transparansi dampak sosial bagi warga sekitar. Sementara terkait aktivitas lingkungan PT Mitra Gemilang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memastikan bahwa operasional di lapangan masih dalam tahap pematangan lahan dan berada di bawah pengawasan ketat adendum AMDAL.
Aspirasi Diterima, Situasi Kondusif
Di akhir sesi, Walikota Balikpapan Rahmad Mas’ud menyatakan mengapresiasi kontrol sosial yang dilakukan oleh perwakilan mahasiswa BARAK.
Seluruh poin tuntutan dinilai objektif dan akan dijadikan bahan evaluasi utama dalam penyusunan kebijakan jangka pendek maupun menengah RKPD kota.
Aksi dialog publik yang dikawal ketat aparat kepolisian dari Polresta Balikpapan ini resmi berakhir pada pukul 17.30 WITA. Seluruh rangkaian acara dilaporkan berjalan dengan tertib, aman, dan menghasilkan solusi konkret tanpa adanya gesekan di lapangan.
( Alfian )